Kumpulan Puisi Emha Ainun Nadjib: 99 Untuk Tuhanku (Puisi 0-10)
0
Tuhanku
kususun 99-ku
agar sampai pada 0
dan kulahirkan kembali 1-ku
sampai 99-ku yang baru.
Tuhanku
kususun 99 napasku
untuk meniru-Mu
mendekati watak-Mu
dan menjadi hati-Mu.
Tuhanku
ini bukan puisi
bukan keindahan
ini hanya cinta sunyi
yang jadi menggelikan
karena kuucapkan.
Tuhanku
aku hanya kepunyaan-Mu
aku tidak asli
aku tak sejati
aku hanya mulut-Mu
jiwa menganga
menunggu-Mu tiba
dari dunia ke dunia
dari semesta ke semesta.
1
Tuhanku
kuawali setiap langkahku
dengan asma-Mu
ampunilah kami
yang selalu merasa punya nama
yang tak kunjung tahu
bahwa segala sesuatu
akan hanya tinggal Satu.
Tuhanku
adapun di antara beribu mimpiku
cuma satu yang sejati
ialah di napas-Mu
aku menyertai.
Tuhanku
jika haq bagi-Mu
perkenankan aku
tinggal di dalam diri-Mu
agar sesudah lahirku
yang ini
dan yang nanti
takkan mati.
2
Tuhanku
Engkaulah cahaya langit dan bumi
pasti, sebab siapa yang lain lagi?
tapi lihatlah
kami kejar cahaya
hanya karena diam-diam khawatir, akan tiada.
kami benci kegelapan
luput dari yang ia tawarkan.
Tuhanku
betapa dangkal!
dan kedangkalan, sungguh
adalah kefakiran yang sebenarnya.
kami tak gentar pada apa pun
di bawah tangan-Mu, tapi Kau tahu
Tuhanku
kami sendiri yang menciptakan
ancaman-ancaman bagi hidup kami
kami sendiri yang menyulut api
yang membakar usia kami
kami sendiri yang membangun
kesempitan di tengah keluasan ini
kami sendiri yang membikin bumerang
yang menikam perut kami
serta perut anak-anak kami.
Tuhanku
pantaskah kami mohon ampunan
di hadapan kemurahan-Mu?
3
Tuhanku
betapa pun rasa malu
menghardik diriku
tapi inilah sembahyangku
memasrahkan jiwa yang dungu.
Tuhanku
kenyataan-Mu akan terus menegaskan
segala yang semu kepadaku
hari-hari akan makin melenyapkan
kesombongan keduniaanku
yang menipu.
Tuhanku
bimbinglah aku
memahami ilmu-Mu
bumi dan angkasa
ruang dan waktu
logam tanah air api
ilmu kapak Ibrahim dan tongkat Musa
badai dan samudra, 99 asmaulhusna
ilmu masa silam
segala yang disimpan oleh
masa datang
cahaya Yusuf dan mantra Muhammad
ilmu para nabi
yang menggerakkan dunia
dengan sepatah kata.
4
Tuhanku
sembahyang
bibirku
sembahyang
wajahku
sembahyang
telapakku
sembahyang
kulitku
sembahyang
dagingku
sembahyang
tulangku
sembahyang
uratku
sembahyang
ubun-ubunku
sembahyang
darahku
sembahyang
napasku
sembahyang
makrifatku
sembahyang
pikirku
sembahyang
rasaku
sembahyang
hati jiwaku
sembahyang
sukmaku
sembahyang
heningku
sembahyang
Tuhanku
5
Tuhanku
berdekatankah kita
sedang rasa teramat jauh
tapi berjauhankah kita
sedang rasa begini dekat.
seperti langit dan warna biru
seperti sepi menyeru
Kekasih
Kau kandung aku
kukandung Engkau
seperti mengandung mimpi
terendam di kepala
tapi sayup tak terhingga
hanya sunyi
mengajari kita
untuk
tak mendua.
6
Tuhanku
jangan padamkan api
dengan kaki telanjang
biarlah kuseberangi.
Tuhanku
perkenankan
dalam dunia api
kucoba meniti
garis batas
antara sumber gerimis.
Tuhanku
kumohon berjagalah
di sukmaku
semburkan api
kurendam dalam darahku
agar terbukti
kemenangan-Mu.
Tuhanku
jadikan aku
bagian dari api
yang membakar matahari
beredar
membuka fajar hari.
Tuhanku
sebelum tiba hariku nanti
antarkan aku
untuk bisa membedakan
mana semburan palsu
mana api yang sejati.
7
Tuhanku
kupercayakan diri
pada hati
kusiagakan kehidupan
pada getaran
adapun kegagahan pikir
hanyalah kurnia terakhir
yang paling ringkih
dari segala zikir
Tuhanku
di bilikku ini
di atas tikar kuyu
sambil memandangi rak kayu
buku-buku
bangunan peradaban kelabu
habis berlaga di matahari yang nipu
kubaringkan pikirku
kutegakkan hati
mencuci
di tangan-Mu.
8
Tuhanku
sekian banyak hal
wajib, dan telah kurelakan.
sekian harapan, sekian kenikmatan
sekian sumber, sekian kemungkinan.
Tuhanku
sekian banyak hal
kusaring dan kuikhlaskan.
sebab aku bukan milikku
sebab hanya ke hadirat-Mu
mesti ditumpahkan segala sesuatu.
Tuhanku
sekian banyak hal
telah direlakan
oleh orang-orang-Mu,
sejarah menjadi asing
tapi apa gerangan sejarah, Kekasih?
ialah paket-paket kegagahan
dan kecengengan
berisi pedang serta sampah
dan perut para pemenang.
Tuhanku
sekali-kali
tidaklah semua itu
Kau kehendaki.
9
Tuhanku
bersedekap sukmaku
kepada alam
mengisap napas lengang
hampa jiwa badan
melepas hasrat
ikat kefanaan
lebur waktu dan ruang
bergabung kepada-Mu
pencipta keadaan
Tuhanku
tatkala bertiup sepi
berkelebat misteri
kandungan teka-teki
Tuhanku
batinku mengidam matahari
seperti dari rahimnya
tenggelam senja, terbit sang pagi
kukendarai cahayanya
yang di ujung waktu
seperti
di rumah-Mu

Comments
Post a Comment