Omar Yaghi Pengungsi Palestina Peraih Nobel 2025 yang Mengubah Udara Gurun Menjadi Air
Air Itu Ditarik dari Udara Anak itu ingat betul. Setiap satu atau dua minggu sekali, keran air di rumahnya baru menyala. Begitu air mengalir, gegerlah satu rumah. Semua orang berlari. Mengambil ember, baskom, panci, apa saja yang bisa menampung air. Air itu harus cukup untuk dua minggu ke depan. Kalau habis? Ya gigit jari. Anak kecil itu bernama Omar M. Yaghi. Lahir di Amman, Yordania, tahun 1965. Keluarganya pengungsi Palestina, terusir dari desanya pada 1948. Mereka tinggal di satu kamar sempit. Bersembilan. Plus ternak. Tanpa listrik. Pengalaman haus itu bukan cerita novel. Itu ingatan fisik. Ingatan yang kelak mengubah hidupnya—dan mungkin hidup orang banyak. Tahun 2025 lalu, Yaghi memenangkan Hadiah Nobel Kimia. Ia berbagi piala dengan Susumu Kitagawa dan Richard Robson. Penyebabnya satu: temuan material baru bernama Metal-Organic Frameworks (MOFs). Jangan pusing dengan namanya yang rumit. Bayangkan saja sebuah spons raksasa. Tapi ukurannya mikroskopis. Satu gram MO...