Posts

Showing posts with the label Tokoh

Percakapan Rocky Gerung dan Bagus Muljadi tentang Dasar Berpikir di Balik Kebijakan

Image
source: https://youtu.be/58cCQhTt2Nw Pengantar Perdebatan publik kita gampang sekali terbelah menjadi dua kubu. Orang mudah menempatkan lawan bicara di sisi kiri atau kanan, dan jarang ada yang mau menengok wilayah abu-abu di antaranya. Percakapan antara Rocky Gerung dan pewawancaranya, Bagus, bermula dari keresahan itu. Bagus mengaku lama menikmati argumen Rocky. Ia ingin menggali sesuatu yang lebih mendasar: apa akar paradigma Rocky, dan apa "perangkat lunak" yang bekerja di kepalanya? Pembicaraan lalu bergerak ke banyak arah, mulai dari kebebasan berbicara, hakikat manusia, hak atas pangan, dan kritik terhadap kebijakan makan bergizi gratis, sampai teori hukum, tanah adat, dan sosialisme Indonesia. Dua hal menyatukan semuanya. Rocky menuntut orang menjelaskan dasar epistemik di balik kesimpulan praktis mereka, dan Bagus sengaja memakai posisi lawan ( straw man ) untuk menguji sejauh mana argumen itu tahan. Kebebasan Berbicara: Naluri dan Kepentingan Memiliki Kawan ...

Rahasia Cak Nun dalam "Meramal" Masa Depan Bangsa

Image
source:  https://youtu.be/iatyWwr_nF8 Pengantar: Sosok yang Terlalu Besar untuk Disebut Penceramah Jujur, saya tidak tahu harus mulai dari mana ketika membahas Emha Ainun Nadjib, yang akrab disapa Cak Nun atau Mbah Nun. Berkali-kali saya mengetik, berkali-kali pula saya tidak puas. Saya pulang, riset lagi, mengolah naskah lagi, lalu kembali dengan perasaan yang sama. Begitulah rasanya mencoba membedah mekanisme pengaruh di balik seorang Cak Nun. Ada satu keyakinan pribadi yang saya pegang. Kita, masyarakat Indonesia, belum benar-benar tahu sebesar apa sosok ini. Bukan karena jumlah pengikut atau jabatan, tetapi karena cara ia berpikir, cara ia berbicara, dan cara ia membiarkan orang lain berpikir sendiri. Saya mengenal Cak Nun sejak kuliah, lewat acara Bangbang Wetan di Surabaya. Ketika beliau mengisi acara di UNER, saya hadir dan masih ingat suasananya. Jadi bagi saya, ini bukan membahas figur yang jauh. Namun justru karena itu riset kali ini terasa berat. Biasanya, membedah satu ...

Otak di Balik Kebangkitan Tiongkok: Mengapa Ideologi Menjadi Senjata Strategis Terkuat Beijing

Image
Kebangkitan Tiongkok dari negara berkembang menjadi kekuatan geopolitik global kerap dikaitkan dengan kebijakan ekonomi Deng Xiaoping atau kepemimpinan kuat Xi Jinping. Namun, di balik rancangan besar ( grand design ) dan doktrin geopolitik Beijing, terdapat satu sosok kunci yang bekerja dalam senyap: Wang Huning . Ia bukan jenderal militer, bukan konglomerat, dan tidak pernah memimpin wilayah atau kementerian eksekutif. Wang Huning adalah mantan profesor filsafat dan teori politik yang menjadi arsitek ideologis utama bagi tiga generasi presiden Tiongkok: Jiang Zemin, Hu Jintao, hingga Xi Jinping. 1. Katalis Ideologis: Diagnosis Keretakan Barat Lahir di Shanghai pada tahun 1955, masa muda Wang Huning diwarnai oleh era Revolusi Kebudayaan. Saat sebagian besar pemuda terjebak dalam arus politik radikal, Wang memilih fokus mendalami teori politik dan hubungan internasional di Universitas Fudan. Titik balik pemikirannya terjadi pada tahun 1988 saat ia mengelilingi Amerika Serikat s...

Bruce Lee Wisdom Quotes (Ucapan Bijak Bruce Lee)

Image
"Don't speak negatively about yourself, even as a joke. Your body doesn't know the difference. Words are energy and they cast spells. That's why it's called spelling. Change the way you speak about yourself, and you can change your life." (Bruce Lee) "Jangan berbicara negatif tentang dirimu sendiri, bahkan sebagai gurauan. Tubuhmu tidak tahu perbedaannya. Kata-kata adalah energi dan mereka merapal mantra—itulah mengapa disebut spelling . Ubah cara kamu berbicara tentang dirimu sendiri, dan kamu bisa mengubah hidupmu." Ini adalah fondasi dari seluruh perjalanan perubahan. Pikiran bawah sadar tidak mengenal lelucon; ia menyerap setiap kata sebagai perintah. Ketika kita menyebut diri "bodoh" atau "gagal" dalam candaan, kita tanpa sadar memprogram ulang realitas kita. Kata-kata bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bibit yang tumbuh menjadi keyakinan. Maka, revolusi terbesar dimulai dari percakapan paling intim: dialog kita de...

Elon Musk: Kecerdasan Buatan Akan Melampaui Manusia dalam Lima Tahun, dan Ia Memilih Pasrah pada Risikonya

Image
Prediksi Lima Tahun Elon Musk memperkirakan kecerdasan buatan (AI) akan melampaui gabungan seluruh kecerdasan manusia dalam waktu sekitar lima tahun. Menurutnya, begitu titik itu tercapai, praktis tidak ada lagi bidang yang bisa dikerjakan manusia lebih baik dibanding mesin, kecuali satu hal yang sifatnya melekat pada manusia itu sendiri: menjadi manusia. Dari proyeksi itu, Musk menggambarkan skenario yang ia sebut sebagai "zaman kelimpahan luar biasa" ( age of amazing abundance ), sebuah masa ketika setiap orang bisa memiliki apa pun yang mereka bayangkan. Ia sadar klaim ini terdengar berlebihan, tetapi menantang publik untuk membandingkan kondisi dunia tahun 2026 dengan kondisi sepuluh tahun mendatang, tahun 2036. Satu-satunya faktor yang menurutnya bisa menggagalkan visi tersebut adalah bencana besar semacam perang nuklir global. Selama skenario terburuk itu tidak terjadi, ia yakin dunia sedang menuju kelimpahan, dan ia menyebut pandangannya sebagai pesan optimisme tent...