Sebelas Dimensi: Batas Penglihatan, Batas Sains, dan Batas Manusia

Pendahuluan: Yang Tak Terlihat Tidak Berarti Tidak Ada

Dalam satu detik ini, sekitar 100 triliun neutrino diperkirakan menembus tubuh Anda. Anda tidak melihatnya dan tidak merasakannya, tetapi partikel itu nyata.

Fisika mengajarkan bahwa sesuatu tidak harus terlihat agar nyata. Al-Qur'an mengajarkan iman kepada yang gaib. Surah Al-A'raf ayat 27 menyebutkan bahwa setan dan golongannya melihat manusia dari tempat yang tidak dapat dilihat manusia. 

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Wahai anak cucu Adam, janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua orang tuamu dari surga. Ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya ia dan para pengikutnya melihat kamu dari tempat yang tidak dapat kamu lihat mereka. Sesungguhnya Kami menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

Dari titik temu itu muncul satu pertanyaan besar: apakah dunia tiga dimensi ini seluruh kenyataan, ataukah hanya jendela kecil menuju kenyataan yang lebih luas?

Tulisan ini menelusuri pertanyaan tersebut dari satu titik tanpa ukuran hingga dimensi kesebelas. Ada tiga tujuan. Pertama, menjelaskan dimensi dengan sederhana. Kedua, memisahkan fisika yang mapan dari model yang masih spekulatif. Ketiga, menunjukkan sejauh mana Al-Qur'an dan hadis memberi petunjuk, serta di titik mana kita harus berhenti dan berkata, "Allahu a'lam" (Allah yang lebih mengetahui).

Aturannya jelas. Yang mapan disebut mapan. Yang masih teori disebut teori. Ayat dan hadis dijelaskan maknanya tanpa tafsir karangan sendiri.

Batas Indra Manusia

Cahaya terbentang dari gelombang radio hingga sinar gamma. Mata manusia hanya menangkap sebagian kecilnya, yakni dari merah hingga ungu. Udang mantis memiliki 12 hingga 16 jenis reseptor warna, sedangkan manusia hanya tiga. Anjing mendengar frekuensi yang tidak tertangkap telinga kita.

Hadis dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim memberi contoh lain. Ketika mendengar ayam jantan berkokok, kita dianjurkan memohon karunia Allah karena ayam itu melihat malaikat. Ketika mendengar keledai meringkik, kita dianjurkan memohon perlindungan dari setan karena keledai itu melihat setan. Jadi sebagian makhluk mampu menangkap hal yang tidak mampu ditangkap manusia. Informasi ini datang dari kenabian, bukan dari eksperimen ilmiah.

Data satelit Planck menambah kejutan. Materi biasa, bahan penyusun kita, Bumi, dan bintang, hanya sekitar 5 persen dari total massa dan energi alam semesta. Sekitar 27 persen adalah materi gelap dan sekitar 68 persen adalah energi gelap. Sebagian pengaruhnya dapat diukur, tetapi hakikat fisiknya belum diketahui.

Maka pertanyaannya bergeser. Bukan lagi apakah kenyataan tak terlihat itu ada, melainkan di mana letaknya. Apakah jauh di sana, atau sebagian darinya berada bersama kita, tersembunyi pada arah yang tidak dapat kita rasakan?

Dari Titik hingga Dimensi Keempat

Titik, garis, dan bidang

Satu titik adalah dimensi nol: tanpa panjang, lebar, atau tinggi, hanya posisi. Tarik titik itu, dan lahirlah garis, yaitu dimensi pertama. Makhluk khayalan di garis ini hanya bisa maju dan mundur. Kiri dan kanan tidak ada dalam kenyataannya.

Geser garis itu ke samping, dan terbentuklah bidang datar, dimensi kedua. Pada 1884, Edwin Abbott menerbitkan Flatland. Penghuninya adalah persegi, segitiga, dan lingkaran. Mereka bergerak maju-mundur dan kiri-kanan, tetapi tidak memahami arti "atas".

Apel yang menembus Flatland

Bayangkan Anda berdiri di atas dunia datar itu. Seorang penghuninya menutup pintu rumah dan merasa aman. Padahal Anda melihat seluruh isinya dari atas dan dapat mengambil satu benda. Bagi penghuni itu, bendanya lenyap tanpa pintu terbuka dan tanpa dinding jebol.

Tembuskan sebuah apel melalui bidang Flatland. Penghuninya akan melihat lingkaran kecil muncul dari ketiadaan, membesar, mengecil, lalu hilang. Ia mungkin berseru bahwa ia menyaksikan keajaiban. Ia tidak berdusta, tetapi ia hanya melihat irisan apel. Apa yang ia lihat benar, tetapi bukan seluruh kebenaran.

Pelajaran dari Musa dan Khidir

Surah Al-Kahf memuat adegan yang memberi analogi terbatas. Nabi Musa melihat Khidir merusak sebuah perahu. Yang dilihat Musa memang terjadi, tetapi gambaran utuhnya berbeda: di depan mereka ada raja zalim yang merampas setiap perahu yang baik.

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

Adapun perahu itu milik orang-orang miskin yang bekerja di laut. Aku bermaksud merusaknya, sebab di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas setiap perahu dengan paksa.

Ini kisah tentang ilmu, bukan tentang dimensi, dan Khidir tidak boleh disebut makhluk berdimensi lebih tinggi. Pelajarannya, sebuah keputusan dapat tampak tak masuk akal bila kita hanya melihat sebagian kecil gambarnya. Orang yang diberi ilmu lebih luas memahami apa yang ada di baliknya. Ilmu itu bertingkat.

Dimensi keempat: waktu

Dimensi keempat bukan khayalan. Anda sedang melewatinya sekarang, yaitu waktu. Bila saya berkata, "Temui saya di alun-alun besok," Anda bisa tiba di sana dan tetap tidak menemukan saya, sebab saya memberi tempat tanpa waktu. Untuk menggambarkan satu peristiwa secara utuh, diperlukan empat koordinat: tiga untuk ruang dan satu untuk waktu.

Pada 1908, Hermann Minkowski memakai teori relativitas Einstein untuk menunjukkan bahwa ruang dan waktu tidak dapat dipisahkan sepenuhnya. Keduanya menyatu sebagai ruang-waktu.

Perlu dibedakan dua makna. Dalam relativitas, dimensi keempat adalah waktu. Dalam geometri, matematikawan juga mengkaji dimensi ruang keempat. Padanan kubus pada ruang empat dimensi disebut tesseract, istilah dari Charles Hinton (1888).

Bukti keberadaannya ada di saku Anda. GPS pada ponsel bergantung pada koreksi relativitas khusus dan umum. Jam pada satelit berdetak dengan laju berbeda dari jam di Bumi, selisihnya sekitar 38 mikrodetik per hari. Tanpa koreksi, kesalahan posisi menumpuk hingga beberapa kilometer dengan cepat. Waktu adalah dimensi, dan lajunya berubah menurut gerak dan gravitasi.

Alam semesta balok

Bila waktu adalah dimensi, apakah masa lalu dan masa depan juga "ada" dalam struktur ruang-waktu? Salah satu tafsir filosofisnya disebut alam semesta balok (block universe). Fisikawan dan filsuf masih memperdebatkannya, dan belum ada kesimpulan yang disepakati.

Setelah sahabat karibnya, Michele Besso, wafat, Einstein menulis kepada keluarganya bahwa bagi yang percaya pada fisika, pembedaan masa lalu, kini, dan masa depan hanyalah ilusi yang sangat bandel. Beberapa pekan kemudian, Einstein sendiri wafat.

Waktu dalam Al-Qur'an

Surah As-Sajdah menyebut satu hari yang ukurannya 1.000 tahun menurut hitungan manusia. 

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.

Surah Al-Ma'arij menyebut satu hari yang ukurannya 50.000 tahun. 

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.

Penghuni gua tidur berabad-abad, lalu mengira hanya sehari atau setengah hari, padahal 309 tahun telah berlalu.

قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۚ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ

Mereka menjawab, “Kita berada di sini sehari atau setengah hari.” Mereka (yang lain) berkata, “Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada di sini.”

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا

Mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun, dan ditambah sembilan tahun.

Ayat-ayat ini tidak mengajarkan teori relativitas. Namun, ayat-ayat itu menegaskan bahwa persepsi manusia bukan tolok ukur final bagi waktu. Waktu adalah ciptaan, dan Allah tidak terkurung oleh ruang dan waktu ciptaan-Nya. Surah At-Talaq ayat 12 menyatakan bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu.

لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.

Dua Jalur: Imajinasi dan Fisika Teoretis

Jalur imajinasi: tangga dimensi

Banyak orang pernah melihat "tangga dimensi" daring yang menguraikan dimensi kelima hingga kesepuluh. Model ini dipopulerkan antara lain oleh Rob Bryanton. Ia bagus untuk melatih nalar, tetapi bukan teori resmi fisika.

Pada dimensi kelima, hidup Anda dibayangkan sebagai benang, dan setiap pilihan menciptakan cabang baru. Dimensi keenam memungkinkan perpindahan antarcabang. Dimensi ketujuh memuat permulaan yang berbeda, yakni versi lain dari Dentuman Besar. Dimensi kedelapan menjadi jaringan semua alam semesta itu. Dimensi kesembilan memuat kenyataan dengan hukum fisika berlainan, misalnya gravitasi yang mendorong. Pada dimensi kesepuluh, semua kemungkinan dibayangkan terkandung dalam satu titik.

Fisika kuantum memang punya tafsir nyata yang sekilas mirip, yaitu tafsir banyak dunia (many-worlds) dari Hugh Everett (1957). Namun tafsir itu belum terbukti secara eksperimen.

Tangga ini juga menimbulkan salah paham berbahaya: setiap tingkat tampak seperti Tuhan bagi tingkat di bawahnya, sehingga sebagian orang menyimpulkan bahwa dimensi kesepuluh adalah Tuhan. Kesimpulan itu keliru. Seluas apa pun sebuah dimensi, ia tetap bagian dari ciptaan. Surah Asy-Syura ayat 11 menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Jalur fisika teoretis

Pada jalur ini, matematika sendiri tampak menuntut dimensi tambahan. Namun persamaan yang indah belum otomatis menjadi teori yang terbukti.

Pada 1919, Theodor Kaluza menunjukkan bahwa persamaan gravitasi Einstein, bila ditulis dalam lima dimensi, memunculkan persamaan yang menyerupai elektromagnetisme Maxwell. Einstein membantu penerbitannya pada 1921. Pada 1926, Oskar Klein mengusulkan bahwa dimensi kelima melingkar menjadi lingkaran yang sangat kecil sehingga tidak terlihat. Perumpamaannya kabel listrik. Dari jauh ia tampak seperti garis, tetapi bagi semut di atasnya ada arah lain, yaitu mengelilingi lingkar kabel. Dimensi yang tersembunyi tidak berarti tidak ada.

Teori dawai (string theory) mengusulkan bahwa elektron dan kuark mungkin bukan titik mendasar, melainkan wujud dari dawai yang sangat kecil dan bergetar. Seperti dawai gitar yang menghasilkan nada berbeda bila dipetik berbeda, ragam getaran dawai tampil sebagai ragam partikel. Matematikanya menuntut ruang-waktu 10 dimensi: sembilan dimensi ruang dan satu waktu. Enam dimensi ruang tambahan diduga tergulung dalam struktur kecil dan rumit yang digambarkan dengan geometri Calabi-Yau.

Satu peringatan penting: teori dawai belum terbukti secara eksperimen. Pemercepat partikel Large Hadron Collider belum menghasilkan bukti yang jelas tentang dimensi ekstra.

Dimensi kesebelas dan teori M

Pada awal 1990-an ada lima versi teori superdawai yang konsisten, padahal semuanya tampak berusaha menjelaskan satu alam semesta. Pada 1995, Edward Witten mengajukan bahwa kelimanya mungkin batas yang berbeda dari satu kerangka lebih dalam yang melibatkan dimensi kesebelas. Kerangka itu dikenal sebagai teori M. Menurut Witten, huruf M dapat berarti magic (sihir), mystery (misteri), atau membrane (selaput), sesuai selera.

Dimensi kesebelas bukan getaran. Yang bergetar adalah dawai. Dimensi kesebelas adalah arah tambahan dalam ruang-waktu teori itu. Teori M juga memuat objek berdimensi lebih tinggi yang disebut brana. Dengan asumsi baku, 11 dimensi adalah batas maksimum ruang-waktu bagi teori supergravitasi yang konsisten jenis ini, hasil yang sudah dipahami sejak akhir 1970-an.

Dunia brana dan barzakh

Dari sini lahir hipotesis dunia brana. Alam semesta teramati kita mungkin berada pada sebuah brana dengan tiga dimensi ruang dan satu waktu, seperti lembaran di dalam ruang berdimensi lebih tinggi. Cahaya dan materi biasa mungkin terkurung di brana itu, sehingga kita tidak dapat melihat ke luarnya. Pada model tertentu, gravitasi justru merambat ke ruang tinggi yang disebut bulk, dan ini diajukan sebagai salah satu alasan mengapa gravitasi tampak jauh lebih lemah daripada gaya lain. Model Randall-Sundrum (1999) adalah contoh yang berpengaruh. Semuanya tetap hipotesis, bukan fakta mapan.

Kata Arab barzakh, yang berarti pembatas, mungkin terlintas di sini. Surah Ar-Rahman menyebut pembatas antara dua lautan, dan Surah Al-Mu'minun ayat 100 menyebut barzakh di hadapan orang yang telah meninggal. 

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ ۝ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ

Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang keduanya kemudian bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak! Itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.

Itu tidak berarti barzakh Qur'ani sama dengan brana dalam fisika. Perbandingannya hanya analogi terbatas: gagasan tentang batas atau sekat memang tidak asing bagi kita.

Malaikat, Jin, dan Roh

Apakah malaikat, jin, dan roh adalah makhluk berdimensi lebih tinggi? Jawaban jujurnya: sains tidak menyediakan bukti untuk klaim itu, dan tidak ada ayat atau hadis sahih yang menyatakan malaikat berada di dimensi kesepuluh. Siapa pun yang mengatakannya sedang menyampaikan dugaan pribadi.

Hadis Jibril dalam Sahih Muslim mengisahkan seorang lelaki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam, tanpa bekas perjalanan, dan tak dikenal siapa pun di majelis itu. Ia adalah Jibril. Riwayat sahih lain menyebutkan bahwa Nabi ﷺ melihat Jibril dalam rupa aslinya dengan 600 sayap. Malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan jin, menurut Surah Ar-Rahman ayat 15, diciptakan dari nyala api tanpa asap. Keduanya berbeda asal dan berbeda ciptaan.

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.

Ingat apel di Flatland. Ketika kenyataan yang lebih besar berinteraksi dengan dunia yang lebih terbatas, dunia itu mungkin hanya menangkap wujud yang sanggup ia terima. Ini analogi, bukan penjelasan tentang hakikat malaikat.

Tentang roh, Surah Al-Isra ayat 85 menjawab pertanyaan orang kepada Nabi: "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit." 

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”

Sains pun sampai pada batas di sini. Filsuf David Chalmers mempopulerkan istilah "masalah sulit kesadaran" (the hard problem of consciousness): bagaimana pengalaman subjektif muncul dari aktivitas fisik otak? Belum ada jawaban yang diterima semua pihak. Klaim bahwa roh adalah getaran tidak ada dalam Al-Qur'an dan tidak dibuktikan fisika. Kadang, mengaku "kami tidak tahu" justru awal pengetahuan yang sejati.

Tantangan dari Surah Ar-Rahman

Surah Ar-Rahman ayat 33 berbunyi, 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

Ayat ini tidak boleh dipersempit menjadi ramalan perjalanan antariksa atau fisika dimensi ekstra. Pesan intinya, manusia dan jin sama-sama tidak dapat keluar dari kekuasaan dan izin Allah. Sebanyak apa pun batas yang kita lampaui dengan ilmu dan teknologi, ciptaan tidak pernah melangkah keluar dari kedaulatan Penciptanya.

Kesimpulan

Pertama, apa yang dilihat mata bukan seluruh kenyataan. Sains menunjukkan keterbatasan indra kita, sedangkan Al-Qur'an mengajarkan iman kepada yang gaib.

Kedua, teori M sebelas dimensi adalah kerangka matematika yang kuat dan indah, tetapi belum terkonfirmasi. Siapa yang mengaku sains telah membuktikan keberadaan malaikat tidak berkata jujur. Siapa yang mengaku Al-Qur'an secara eksplisit mewahyukan teori dawai telah melampaui bukti. Yang dapat dikatakan dengan jujur: sains memperlihatkan batas persepsi manusia, sedangkan wahyu memberi kabar tentang kenyataan di luar persepsi tanpa bantuan. Metode dan sumber keduanya berbeda.

Ketiga, sebanyak apa pun dimensi yang ada, semuanya dimensi ciptaan. Sang Pencipta tidak terkurung di dalamnya. Surah Al-Hadid ayat 3 menyebut Allah sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin.

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Bila seluruh alam semesta teramati hanyalah satu irisan dari kenyataan yang jauh lebih besar, bagaimana Anda memakai waktu terbatas di dalam irisan ini? Surah Fussilat ayat 53 menyatakan bahwa Allah akan memperlihatkan tanda-tanda-Nya di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bahwa inilah kebenaran.

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Tidakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Allahu a'lam.

Comments

Popular posts from this blog

8 Tools AI Voice Gratis yang Membuat Eleven Labs Ketinggalan Zaman!

Al-Kahfi, Dajjal dan Latihan Melihat Kenyataan di Balik Penampakan

50 Situs Web Serbaguna

Internet yang Ramai tetapi Terasa Sepi: Memahami Teori Internet Mati