Menenun Harmoni Alam dan Sains: Refleksi Transdisipliner Ekologi Nusantara
Dunia modern sering kali terjebak dalam cara berpikir linear dan pragmatis. Kita terbiasa menuntut hasil instan, mengukur kesuksesan lewat angka pertumbuhan ekonomi short-term, dan melihat alam sekadar sebagai komoditas yang siap dieksploitasi. Namun, jika kita bersedia menyelami dinamika ekosistem secara lebih mendalam—melalui lensa entomologi, fisika statistik, hingga kearifan lokal—kita akan menemukan sebuah jaringan interaksi yang rumit, melampaui logika hitam-putih, serta penuh dengan mekanisme pengaturan mandiri ( self-regulating mechanism ). Melalui pemikiran Prof. Damayanti Buchori, seorang entomolog dan ahli ekologi evolusi, kita diajak untuk melihat kembali esensi sains, pentingnya menjaga keanekaragaman hayati ( biodiversity ), serta bagaimana Indonesia sebetulnya memiliki modal pengetahuan ( epistemic power ) yang luar biasa untuk memimpin arah baru pembangunan dunia yang lebih memanusiakan manusia dan menghargai mahluk hidup lainnya. 1. Filosofi Nyamuk dan Keharusan Adanya...