Posts

Showing posts with the label Akhir Zaman

Al-Kahfi, Dajjal dan Latihan Melihat Kenyataan di Balik Penampakan

Image
Pemindaian terhadap seluruh 6.236 ayat Al-Qur’an tidak akan menemukan kata “Dajjal”. Nol. Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menunjuk surah yang tidak menyebutnya ini sebagai pelindung dari fitnahnya. Dalam Sahih Muslim, beliau bersabda bahwa siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama Surah Al-Kahfi akan terlindungi dari Dajjal. Dalam riwayat yang sama, beliau menyatakan bahwa sejak penciptaan Adam hingga kiamat tidak ada ujian yang lebih besar daripada Dajjal. Kedua hal ini tampak bertolak belakang, tetapi tidak. Surah ini memang tidak memperingatkan kita tentang seorang tokoh. Ia melatih kita menghadapi cara kerja penipuan itu sendiri. Ketiadaan namanya patut dipahami sebagai petunjuk bahwa yang paling penting adalah ketahanan hati dan akal, bukan hafalan ciri-ciri sosoknya. Ini penafsiran, bukan keterangan langsung dari nas. Dajjal: Sosok Nyata, Penipuan Nyata Hadis-hadis sahih menggambarkan Dajjal sebagai sosok nyata yang akan muncul di akhir zaman. Matanya cacat, dan d...

Konflik Timur Tengah dan Arah Tata Dunia Baru: Peran yang Menunggu Dunia Islam

Image
Disarikan dari perbincangan Sajid Morning Talk bersama UBN Podcast. Narasumbernya Anis Matta, yang dalam percakapan itu berbicara sebagai pemikir sekaligus pelaku diplomasi. Pembawa acaranya Ustaz Bachtiar Nasir. source:  https://youtu.be/NRZ1unkVIs0 Pembukaan: Pakta Mekah dan Pertanyaan yang Lebih Besar Pembicaraan bermula dari Pakta Mekah, atau Mecca Joint Defence Agreement (MJDA). Perjanjian ini ditandatangani di Mekah pada 7 Agustus 2026 oleh tiga pemimpin: Muhammad bin Salman dari Arab Saudi, Shehbaz Sharif dari Pakistan, dan Recep Tayyip Erdogan dari Turki. Pakta ini bertumpu pada perjanjian pertahanan bersama antara Arab Saudi dan Pakistan pada September 2025, yang kemudian diperluas sampai mencakup Turki. Sebagian pengamat menyebutnya “NATO Islam”. Pembawa acara mengingatkan bahwa julukan itu belum tepat, karena pakta ini belum memuat prinsip bahwa serangan terhadap satu anggota berarti serangan terhadap semuanya. Ujian pertamanya datang cepat. Riyadh diserang, dan Hou...

Siklus Peradaban Nusantara: Dari Kalabendu, Kesadaran Kolektif, hingga Navigasi Diri di Zaman Edan

Image
Siklus sejarah manusia bergerak dalam pola melingkar yang berulang. Kehancuran memicu penderitaan, penderitaan menempa ketangguhan, ketangguhan melahirkan kemakmuran, dan kemakmuran yang tidak dikawal oleh kesadaran moral akan memicu kelengahan yang kembali bermuara pada krisis baru. Pola ini tercermin secara universal dalam pepatah Barat, "Hard times create strong men, strong men create good times, good times create weak men, and weak men create hard times" . Di tanah Nusantara, kerangka teoretis mengenai perputaran peradaban telah terformulasikan secara tajam ratusan tahun lalu melalui konsep kosmologis Jawa tentang pergeseran zaman: Kalasuba (era kemakmuran dan keadilan), Zaman Edan (era degradasi moral dan disorientasi nilai), dan Kalabendu (era kekacauan total dan krisis multidimensional). Rekam Jejak Empat Siklus Besar Peradaban Nusantara Sejarah membuktikan bahwa Nusantara telah melewati siklus ini berulang kali. Setiap peralihan peradaban selalu diawali oleh ...

Perkara-Perkara yang Dikhawatirkan oleh Rasulullah ﷺ atas Umatnya

Image
Disusun berdasarkan risalah karya Fahd bin Abdul Aziz bin Abdullah Asy-Syuwairikh Pendahuluan Termasuk rahmat Allah 'azza wa jalla, Dia mewajibkan atas setiap nabi dan rasul-Nya untuk tulus menasihati umatnya: menunjukkan segala kebaikan dan memperingatkan dari segala keburukan. Dari Abdullah bin Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku, melainkan wajib baginya menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui bagi mereka, dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui bagi mereka." (HR. Muslim) Kewajiban ini ditunaikan secara paling sempurna oleh penutup para nabi, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Berikut adalah perkara-perkara yang beliau khawatirkan akan menimpa umatnya. 1. Syirik Kecil: Riya' Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَي...

Konfrontasi atau Rekonsiliasi: Pilihan yang Tidak Bisa Dihindari Ummat Islam

Image
Perang Iran telah kembali menyulut bara lama. Di ruang-ruang digital, di mimbar-mimbar masjid, dan di forum-forum keagamaan, perdebatan Sunni-Syiah kembali menghangat dengan intensitas yang sudah lama tidak kita rasakan. Narasi-narasi lama diputar ulang, tuduhan-tuduhan lama dilontarkan kembali, dan luka-luka yang belum sempat mengering pun kembali menganga. Di tengah situasi ini, ummat Islam dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar yang tidak bisa dihindari: konfrontasi atau rekonsiliasi? Anatomi Perseteruan yang Sedang Berlangsung Setidaknya ada dua kubu yang saling berhadapan dalam narasi kontemporer ini. Kubu konfrontasi — yang ada di kedua pihak, baik Sunni maupun Syiah — memilih jalur pemanasan konflik. Di sisi Sunni, isu-isu diangkat ulang: Syiah bukan Islam, Syiah sesat, Syiah buatan Yahudi, al-Quran Syiah berbeda, nikah mut'ah, pengkafiran sahabat. Di sisi Syiah, ceramah-ceramah tentang keagungan ahlulbait, keutamaan Ali dan Husein, serta pembelaan terhadap Iran diga...

Membuka Tabir Ya'juj dan Ma'juj: Antara Teks Suci, Fakta Sejarah, dan Krisis Iman Modern

Image
source:  https://youtu.be/2z2M0nu4_kY Di era modern yang didominasi oleh empirisme dan rasionalisme sains, narasi mengenai tanda-tanda hari kiamat sering kali menjadi batu sandungan bagi generasi muda. Salah satu kisah yang paling memicu perdebatan, skeptisisme, bahkan krisis keimanan adalah tentang Ya'juj dan Ma'juj (Gog dan Magog). Banyak pendakwah cenderung menghindari detail kritis atau sekadar mengulang dongeng masa lalu. Namun, Dr. Yasir Qadhi memilih pendekatan yang berbeda: jujur, terbuka, ilmiah, dan kritis, demi menyelamatkan nalar dan iman generasi hari ini. Akar Konseptual dalam Al-Qur'an Berbeda dengan beberapa tanda kiamat yang hanya bersandar pada jalur riwayat sekunder, eksistensi Ya'juj dan Ma'juj bersifat mutlak karena termaktub secara eksplisit di dalam Al-Qur'an. Nama mereka disebutkan dalam dua surah utama: Surah Al-Kahfi (Ayat 92–97): Kisah ini bertumpu pada figur Zulkarnain, seorang raja perkasa dan adil yang diberi kekuasaan menjelajah b...