Anatomi Gerakan Islam Kontemporer: Komparasi Sosiologis-Ideologis Salafy, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan Jamaah Tablig
Dinamika internal dunia Islam Sunni abad ke-20 dan ke-21 ditandai oleh kemunculan berbagai harakah (gerakan) yang memiliki respons berbeda terhadap modernitas, runtuhnya institusi politik tradisional (Khilafah Utsmani pada 1924), dan stagnasi moral-intelektual umat. Meskipun seluruh gerakan ini berdiri di atas fondasi ortodoksi Sunni, ortopraksi—yaitu manifestasi praktis dari keyakinan tersebut—memunculkan fragmentasi yang kontras. Analisis ini membedah empat gerakan utama—Salafy, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan Jamaah Tabligh—berdasarkan fokus doktrin, metodologi perubahan ( manhaj al-taghyir ), dan relasi kuasanya terhadap otoritas politik. 1. Salafisme: Purifikasi Doktrin dan Legitimasi Otoritas Salafisme meletakkan proyeksi gerakannya pada purifikasi (pemurnian) agama . Asumsi dasarnya adalah bahwa kemunduran umat Islam disebabkan oleh sinkretisme, infiltrasi filsafat Barat/asing, dan maraknya praktik bid'ah (inovasi ritual yang tidak memiliki dasar syariat)....