Posts

Showing posts with the label Palestina

Omar Yaghi Pengungsi Palestina Peraih Nobel 2025 yang Mengubah Udara Gurun Menjadi Air

Image
Air Itu Ditarik dari Udara Anak itu ingat betul. Setiap satu atau dua minggu sekali, keran air di rumahnya baru menyala. Begitu air mengalir, gegerlah satu rumah. Semua orang berlari. Mengambil ember, baskom, panci, apa saja yang bisa menampung air. Air itu harus cukup untuk dua minggu ke depan. Kalau habis? Ya gigit jari. Anak kecil itu bernama Omar M. Yaghi. Lahir di Amman, Yordania, tahun 1965. Keluarganya pengungsi Palestina, terusir dari desanya pada 1948. Mereka tinggal di satu kamar sempit. Bersembilan. Plus ternak. Tanpa listrik. Pengalaman haus itu bukan cerita novel. Itu ingatan fisik. Ingatan yang kelak mengubah hidupnya—dan mungkin hidup orang banyak. Tahun 2025 lalu, Yaghi memenangkan Hadiah Nobel Kimia. Ia berbagi piala dengan Susumu Kitagawa dan Richard Robson. Penyebabnya satu: temuan material baru bernama Metal-Organic Frameworks (MOFs). Jangan pusing dengan namanya yang rumit. Bayangkan saja sebuah spons raksasa. Tapi ukurannya mikroskopis. Satu gram MO...

Dari Nakba ke "Board of Peace": Norman Finkelstein Membedah Tujuh Dekade Penderitaan Gaza

Image
Catatan Pengantar Artikel ini disusun dari transkrip wawancara panjang antara pembawa acara Tucker Carlson dan ilmuwan politik Norman Finkelstein, putra dua penyintas Holocaust yang selama lebih dari empat dekade meneliti konflik Israel-Palestina. Wawancara ini digelar menjelang terbitnya buku terbaru Finkelstein, Gaza's Gravediggers: An Inquiry into Corruption in High Places (OR Books), yang membedah pihak-pihak yang dianggapnya melanggengkan kekerasan di Gaza melalui manipulasi hukum dan wacana internasional. source:  https://youtu.be/Jmv2h1WYnNo I. Gaza Sebelum 7 Oktober: Sejarah yang Terlewatkan Pertanyaan pembuka Carlson sederhana: mengapa serangan 7 Oktober 2023 seolah muncul tiba-tiba? Bagi Finkelstein, jawabannya harus ditarik jauh ke belakang, ke tahun 1948. Asal-usul Gaza sebagai kantong pengungsi. Pada 1948, Israel mengusir sekitar 750.000 warga Arab Palestina dari wilayah yang kemudian menjadi negara Israel. Dari jumlah itu, sekitar 300.000 orang lari ke Jalur G...

Iddad Ma'rifi: Ketika Indonesia Dipanggil Memimpin Persiapan Ilmu untuk Pembebasan Al-Aqsa

Image
Sebuah diskusi bertajuk Blueprint mempertemukan seorang profesor pengkaji Baitul Maqdis, seorang pembawa acara, dan seorang praktisi hubungan internasional dalam satu panggung. Selama kurang lebih satu jam, ketiganya membedah satu pertanyaan besar: benarkah Indonesia punya peluang menjadi pusat persiapan ilmu—dalam istilah mereka, iddad ma'rifi—bagi pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Baitul Maqdis? Profesor yang dimaksud, disebut dalam obrolan sebagai Profesor Abdul Fattah, telah meneliti sirah Nabi Muhammad saw. dari perspektif hubungan internasional selama 30 hingga 40 tahun. Buku hasil risetnya kini memasuki cetakan kelima dalam bahasa Indonesia dan cetakan ketujuh secara keseluruhan. Berikut adalah rangkuman sistematis dari inti pembicaraan tersebut. Mengapa Bukan dari Tanah Arab? Pertanyaan pertama yang mengemuka adalah soal geografi. Mengapa persiapan ilmu untuk Al-Aqsa justru dirancang dari Indonesia, bukan dari negara-negara Arab yang jaraknya jauh lebih dekat dengan Palestin...