Posts

Showing posts with the label Al-Ghazali

Resensi Buku: Riyāḍatun Nafs - Melatih Jiwa, Memperbaiki Akhlak, Dan Mengobati Penyakit Hati

Image
Penulis: Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali Judul Asli: Riyāḍah al-Nafs wa Tahdhīb al-Khuluq wa Mu'ālajah Amrāḍ al-Qalb Bentuk: Buku Dwi Bahasa (Arab-Indonesia) Penerbit: www.adimedu.blogspot.com Jumlah Halaman: 145 I. PENDAHULUAN Kitab Riyāḍatun Nafs merupakan bagian penting dari magnum opus Imam al-Ghazali, Iḥyā' 'Ulūmiddīn (Menghidupkan Ilmu-Ilmu Agama). Buku yang menjadi sorotan dalam resensi ini adalah terjemahan dan transkripsi dari juz kedua kitab tersebut, tepatnya pada bagian Rub' al-Muhlikāt (Bab tentang Hal-Hal yang Membinasakan). Al-Ghazali, seorang ulama besar abad ke-5 Hijriyah yang dijuluki Hujjatul Islam (Hujjah Agama Islam), menyusun karya ini sebagai panduan komprehensif bagi kaum muslimin untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara mendalam. Kata Riyāḍah dalam judul kitab ini memiliki makna penting yang perlu dipahami. Secara bahasa, riyāḍah berarti latihan atau olahraga, namun dalam terminologi spiritual Islam, riyāḍah merujuk pad...

SERIAL KITAB RIYADHATUNNAFS (MELATIH JIWA) [8]

Image
KARYA: HUJJATUL ISLAM ABU HAMID AL-GHAZALI   بَيَانُ شَوَاهِدِ النَّقْلِ مِنْ أَرْبَابِ الْبَصَائِرِ وَشَوَاهِدِ الشَّرْعِ عَلَى أَنَّ الطَّرِيقَ فِي مُعَالَجَةِ أَمْرَاضِ الْقُلُوبِ تَرْكُ الشَّهَوَاتِ، وَأَنَّ مَادَّةَ أَمْرَاضِهَا هِيَ اتِّبَاعُ الشَّهَوَاتِ. Penjelasan dalil-dalil naqli dari para pemilik bashirah (pandangan mata hati) dan dalil-dalil syariat bahwa jalan dalam mengobati penyakit hati adalah dengan meninggalkan syahwat, dan bahwa materi (sumber) penyakit hati tersebut adalah mengikuti syahwat.   Ketahuilah: Bahwa apa yang telah kami sebutkan, jika engkau merenunginya dengan pandangan yang penuh pertimbangan (ibrah), niscaya mata hatimu akan terbuka, dan tersingkaplah bagimu penyakit-penyakit hati, jenis-jenisnya, serta obat-obatnya dengan cahaya ilmu dan keyakinan. Namun, jika engkau tidak mampu melakukan itu, maka jangan sampai engkau kehilangan pembenaran dan keimanan dengan cara menerima (dari guru) dan mengikuti (taqlid) kepada pihak yang layak untuk dii...