Konfrontasi atau Rekonsiliasi: Pilihan yang Tidak Bisa Dihindari Ummat Islam
Perang Iran telah kembali menyulut bara lama. Di ruang-ruang digital, di mimbar-mimbar masjid, dan di forum-forum keagamaan, perdebatan Sunni-Syiah kembali menghangat dengan intensitas yang sudah lama tidak kita rasakan. Narasi-narasi lama diputar ulang, tuduhan-tuduhan lama dilontarkan kembali, dan luka-luka yang belum sempat mengering pun kembali menganga. Di tengah situasi ini, ummat Islam dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar yang tidak bisa dihindari: konfrontasi atau rekonsiliasi? Anatomi Perseteruan yang Sedang Berlangsung Setidaknya ada dua kubu yang saling berhadapan dalam narasi kontemporer ini. Kubu konfrontasi — yang ada di kedua pihak, baik Sunni maupun Syiah — memilih jalur pemanasan konflik. Di sisi Sunni, isu-isu diangkat ulang: Syiah bukan Islam, Syiah sesat, Syiah buatan Yahudi, al-Quran Syiah berbeda, nikah mut'ah, pengkafiran sahabat. Di sisi Syiah, ceramah-ceramah tentang keagungan ahlulbait, keutamaan Ali dan Husein, serta pembelaan terhadap Iran diga...