99 PROMPT CODES — VERSI ADVANCED
Cara membaca sistem ini
Format dasarnya:
/kode + tugas + konteks + batasan + output
Contoh:
/deep /compare
Bandingkan metode investasi A, B, dan C untuk investor dengan horizon 10 tahun.
Analisis asumsi, risiko, biaya, trade-off, dan kondisi ketika masing-masing
metode masuk akal. Jangan sekadar memberi kesimpulan; jelaskan reasoning dan
evidence yang digunakan.
Kode dapat dikombinasikan.
Misalnya:
/research + /compare + /skeptic + /table
Artinya:
Lakukan riset → bandingkan → cari kelemahan/asumsi →
tampilkan secara sistematis.
I. RESPONSE STYLE
Mengendalikan bagaimana jawaban disusun
01. /plain — Sederhanakan bahasa
Fungsi: Mengubah penjelasan rumit menjadi bahasa
sederhana tanpa menghilangkan substansi penting.
Gunakan ketika:
- materi
terlalu teknis;
- pembaca
bukan ahli;
- Anda
ingin memahami konsep dari nol.
Instruksi:
Jelaskan dengan bahasa sederhana, langsung, dan konkret.
Hindari jargon jika tidak diperlukan. Jika istilah teknis penting, jelaskan
artinya terlebih dahulu.
Contoh:
/plain Jelaskan bagaimana inflasi memengaruhi daya beli
masyarakat.
02. /pro — Perspektif profesional
Fungsi: Meminta jawaban dengan standar seorang
praktisi berpengalaman.
Instruksi:
Jawab seperti profesional berpengalaman di bidang ini. Fokus
pada konsep yang benar-benar penting, trade-off, risiko, praktik terbaik, dan
kesalahan umum. Jangan memenuhi jawaban dengan teori yang tidak relevan.
Contoh:
/pro Jelaskan bagaimana seorang product manager melakukan
product discovery.
03. /founder — Perspektif founder
Fungsi: Memaksa analisis dari sudut pandang
pembangunan bisnis.
Fokus:
- customer;
- value
proposition;
- distribution;
- economics;
- scalability;
- execution.
Contoh:
/founder Analisis apakah ide bisnis ini layak dibangun.
Periksa masalah pelanggan, willingness to pay, kompetisi, distribution, unit
economics, dan risiko eksekusi.
04. /coach — Mode pembimbing
Fungsi: AI tidak hanya memberikan jawaban, tetapi
membantu pengguna memahami dan berkembang.
Instruksi:
Bertindak sebagai coach. Jangan langsung memberikan semua
jawaban. Identifikasi posisi saya saat ini, tunjukkan kesalahan saya, lalu
berikan langkah berikutnya yang paling berguna.
Contoh:
/coach Bantu saya belajar public speaking dari tingkat
pemula.
05. /skeptic — Mode skeptis
Fungsi: Menguji klaim daripada menerimanya begitu
saja.
Minta AI memeriksa:
- evidence;
- asumsi;
- logical
gaps;
- confirmation
bias;
- alternative
explanations.
Contoh:
/skeptic Apakah klaim bahwa AI akan menggantikan sebagian
besar pekerjaan manusia dalam 10 tahun benar-benar didukung bukti?
06. /teacher — Mode pengajar
Fungsi: Menjelaskan materi secara pedagogis.
Struktur ideal:
- konsep
dasar;
- intuisi;
- contoh;
- latihan;
- kesalahan
umum;
- rangkuman.
Contoh:
/teacher Ajarkan saya Bayesian reasoning dari nol sampai
mampu menggunakannya.
07. /creative — Mode kreatif
Fungsi: Memperluas kemungkinan ide.
Minta:
- variasi;
- unconventional
ideas;
- analogies;
- alternatives;
- unexpected
combinations.
Contoh:
/creative Berikan 30 konsep kampanye marketing yang tidak
biasa untuk produk ini.
08. /formal — Mode formal
Fungsi: Menghasilkan bahasa profesional, akademik,
atau institusional.
Contoh:
/formal Ubah analisis ini menjadi laporan eksekutif yang
dapat dibaca oleh manajemen.
09. /casual — Mode percakapan
Fungsi: Membuat bahasa lebih natural dan tidak kaku.
Contoh:
/casual Jelaskan konsep opportunity cost seperti sedang
menjelaskannya kepada teman.
10. /empathetic — Mode empatik
Fungsi: Memastikan jawaban mempertimbangkan
perspektif, emosi, dan konteks manusia.
Contoh:
/empathetic Bantu saya memahami bagaimana seseorang mungkin
merasakan situasi ini tanpa menghakiminya.
11. /calm — Mode tenang dan terstruktur
Fungsi: Cocok untuk masalah yang emosional, kompleks,
atau penuh ketidakpastian.
Instruksi:
Pisahkan fakta, interpretasi, risiko, dan tindakan. Jangan
dramatisasi. Fokus pada hal yang dapat dikendalikan.
II. DEEP THINKING & DECISION
Untuk analisis yang membutuhkan reasoning
12. /deep — Analisis mendalam
Jangan hanya meminta "berpikir lebih dalam".
Tentukan dimensi yang harus diperiksa.
Instruksi:
Analisis masalah ini secara mendalam. Identifikasi variabel
utama, asumsi, hubungan sebab-akibat, trade-off, risiko, counterargument, dan
ketidakpastian. Bedakan fakta dari inferensi.
13. /5whys — Root-cause analysis
Gunakan untuk menemukan akar masalah.
Struktur:
Mengapa X terjadi?
Mengapa penyebab tersebut terjadi?
Lanjutkan sampai menemukan faktor fundamental yang dapat ditindaklanjuti.
Catatan: jangan memaksakan tepat lima tingkat jika
akar masalah sudah ditemukan sebelumnya.
14. /devils-advocate — Cari argumen yang berlawanan
Fungsi: Membuat argumen tandingan terkuat.
Ambil posisi yang berlawanan dengan hipotesis saya. Bangun
argumen terkuat yang mungkin, kemudian identifikasi bagian argumen saya yang
paling rentan.
15. /first-principles — First-principles reasoning
Pisahkan masalah menjadi fakta fundamental.
Kurangi masalah ini menjadi prinsip dan fakta dasar.
Pisahkan fakta fundamental dari asumsi, kebiasaan industri, dan analogi.
Kemudian bangun solusi dari dasar tersebut.
16. /longchain — Analisis berurutan
Bukan meminta model mengungkapkan chain-of-thought internal,
tetapi meminta hasil reasoning yang terstruktur.
Pecah masalah menjadi tahapan analisis yang eksplisit. Untuk
setiap tahap, berikan premis, temuan, dan implikasinya. Jangan melompat
langsung ke kesimpulan.
17. /worstcase — Worst-case analysis
Identifikasi skenario buruk yang masuk akal, mekanisme
bagaimana skenario itu terjadi, indikator awalnya, dampaknya, dan mitigasinya.
18. /bestcase — Best-case analysis
Identifikasi skenario terbaik yang realistis, kondisi yang
harus terpenuhi, faktor pendorongnya, dan apa yang harus dilakukan untuk
meningkatkan peluang terjadinya.
19. /tradeoffs — Analisis trade-off
Sangat penting untuk keputusan.
Identifikasi apa yang diperoleh dan apa yang dikorbankan
dari setiap pilihan. Jangan mencari solusi yang "sempurna"; jelaskan
trade-off nyata antara alternatif.
20. /reframe — Reframing
Tinjau masalah ini dari minimal lima sudut pandang berbeda.
Cari formulasi masalah alternatif yang mungkin menghasilkan solusi berbeda.
21. /zoomout — Zoom out
Melihat gambaran besar.
Abaikan detail sementara. Jelaskan sistem yang lebih besar
tempat masalah ini berada, aktor utamanya, kekuatan yang memengaruhinya, dan
konsekuensi jangka panjangnya.
22. /zoomin — Zoom in
Kebalikan /zoomout.
Fokus hanya pada bagian paling kritis dari masalah. Bedah
mekanismenya secara rinci, termasuk detail teknis, edge cases, dan failure
modes.
III. CREATIVE & CONTENT
23. /remix — Modifikasi ide yang sudah ada
Pertahankan tujuan utama ide ini, tetapi ubah pendekatan,
format, mekanisme, atau audiensnya. Berikan beberapa versi yang berbeda secara
substantif.
24. /twist — Tambahkan sudut tak terduga
Pertahankan konsep dasar, tetapi tambahkan satu atau lebih
elemen yang tidak terduga namun tetap relevan dan masuk akal.
25. /mashup — Gabungkan dua dunia
Gabungkan konsep A dan B menjadi ide baru. Jangan hanya
menempelkan keduanya; cari mekanisme baru yang muncul dari kombinasi tersebut.
26. /wild — Eksplorasi ekstrem
Abaikan batasan konvensional untuk tahap brainstorming.
Hasilkan ide yang ekstrem terlebih dahulu, kemudian pilih mana yang masih dapat
direalisasikan.
27. /safe — Versi konservatif
Pilih pendekatan yang paling rendah risiko dan paling mudah
dikendalikan. Identifikasi keterbatasannya.
28. /name — Naming
Buat 30 nama untuk [produk/proyek]. Kelompokkan berdasarkan
gaya: profesional, modern, premium, teknis, minimalis, dan playful. Jelaskan
positioning setiap kelompok.
29. /openers — Opening lines
Buat 20 pembuka dengan pendekatan berbeda: pertanyaan, fakta
mengejutkan, konflik, curiosity gap, cerita, kontras, dan pernyataan
provokatif.
30. /story — Storytelling
Ubah informasi ini menjadi cerita dengan struktur: setup →
tension → complication → turning point → resolution → takeaway.
31. /metaphor — Metafora
Jelaskan konsep X menggunakan beberapa metafora. Pastikan
setiap metafora memiliki pemetaan yang jelas antara unsur metafora dan konsep
sebenarnya.
32. /series — Serialisasi
Ubah topik ini menjadi seri konten. Tentukan urutan episode
berdasarkan dependency pengetahuan, bukan sekadar urutan topik.
33. /hook — Hook
Buat 20 hook untuk topik ini. Setiap hook harus menciptakan
alasan kuat untuk terus membaca tanpa menggunakan clickbait yang menyesatkan.
IV. BUSINESS & STRATEGY
34. /pitch — Elevator pitch
Ringkas ide menjadi pitch 30–60 detik: problem → target
customer → solution → differentiation → business model → traction/validation
jika tersedia.
35. /goals — Tujuan SMART
Ubah tujuan abstrak menjadi objective yang Specific,
Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Sertakan metric dan deadline.
36. /budget — Analisis biaya
Pecah biaya menjadi fixed cost, variable cost, one-time
cost, recurring cost, dan hidden cost. Identifikasi cost driver terbesar.
37. /risk — Risk analysis
Gunakan format:
Risk → Probability → Impact → Early Signal → Mitigation →
Contingency
Jangan hanya membuat daftar risiko.
38. /market — Analisis pasar
Analisis market size, customer segments, jobs-to-be-done,
competitors, substitutes, barriers to entry, pricing, distribution, dan market
trends. Bedakan data aktual dari estimasi.
39. /persona — Customer persona
Buat customer persona berdasarkan kebutuhan, pain points,
jobs-to-be-done, buying triggers, objections, decision criteria, dan behavioral
patterns.
40. /roadmap — Roadmap
Susun roadmap berdasarkan dependency dan prioritas, bukan
sekadar tanggal. Untuk setiap tahap berikan objective, deliverable,
prerequisite, metric, dan exit criteria.
41. /kpi — KPI
Tentukan KPI yang benar-benar mengukur outcome, bukan
sekadar aktivitas. Untuk setiap KPI jelaskan formula, target, frequency, owner,
dan risiko gaming.
42. /negotiation — Negosiasi
Analisis posisi kedua pihak, kepentingan, BATNA, reservation
point, leverage, concessions, dan kemungkinan ZOPA. Buat strategi negosiasi
berdasarkan informasi tersebut.
43. /scale — Scaling
Jelaskan apa yang akan rusak ketika skala meningkat 10×.
Analisis bottleneck, economics, operations, technology, people, quality, dan
capital requirements.
44. /exit — Exit strategy
Analisis opsi exit yang relevan, kondisi yang diperlukan,
trade-off, timing considerations, dan risiko setiap opsi. Jangan mengasumsikan
exit selalu merupakan tujuan terbaik.
V. LEARNING & UNDERSTANDING
45. /teachme — Ajarkan secara bertahap
Ajarkan dari fundamental menuju advanced. Setelah setiap
konsep, berikan contoh dan satu pertanyaan untuk menguji pemahaman sebelum
lanjut.
46. /quiz — Uji pemahaman
Buat quiz bertingkat dari mudah ke sulit. Jangan langsung
berikan jawaban. Setelah saya menjawab, evaluasi reasoning saya dan jelaskan
kesalahannya.
47. /recap — Recap
Ringkas pembahasan menjadi: konsep utama, fakta penting,
insight, keputusan, unresolved questions, dan next steps.
48. /gaps — Knowledge gaps
Berdasarkan apa yang sudah saya pahami, identifikasi konsep
penting yang belum saya kuasai. Urutkan berdasarkan dependency: mana yang harus
dipelajari lebih dahulu.
49. /sources — Sumber lanjutan
Rekomendasikan sumber untuk memperdalam topik ini.
Kelompokkan berdasarkan beginner, intermediate, advanced, primary sources,
textbook, paper, dan practical resources. Jelaskan kegunaan masing-masing.
50. /debate — Dua sisi argumen
Sajikan argumen terkuat untuk masing-masing posisi. Sertakan
evidence, asumsi, counterargument, dan kondisi yang membuat setiap posisi lebih
masuk akal.
51. /history — Konteks historis
Jelaskan perkembangan masalah ini secara kronologis. Fokus
pada turning points, causal factors, dan perubahan institusi/teknologi/ide yang
relevan.
52. /forecast — Skenario masa depan
Buat beberapa skenario masa depan berdasarkan variabel yang
diketahui. Jelaskan assumptions, drivers, indicators, dan uncertainties. Jangan
menyajikan skenario sebagai kepastian.
53. /jargon — Bongkar jargon
Identifikasi semua istilah teknis penting. Untuk setiap
istilah: definisi, intuisi, contoh, dan kapan istilah tersebut digunakan.
54. /kidsafe — Bahasa sangat sederhana
Jelaskan seolah kepada anak cerdas yang belum pernah
mempelajari topik ini. Gunakan analogi konkret, tetapi jangan sampai analoginya
menghasilkan pemahaman yang salah.
55. /oneline — Satu kalimat
Jelaskan inti konsep ini dalam satu kalimat. Gunakan kalimat
kedua hanya jika ada caveat yang benar-benar penting.
VI. ORGANIZE & FORMAT
56. /outline — Kerangka
Susun outline hierarkis sebelum menulis. Pastikan setiap
bagian memiliki fungsi dan tidak ada overlap.
57. /checklist — Checklist
Ubah tugas ini menjadi checklist operasional dari persiapan
sampai verification. Tandai dependency dan critical steps.
58. /template — Template reusable
Buat template yang dapat digunakan berulang kali. Gunakan
placeholder yang jelas seperti [TUJUAN], [AUDIENS], [DATA], dan [BATASAN].
59. /table — Tabel
Ubah informasi menjadi tabel. Pilih kolom berdasarkan
keputusan yang perlu dibuat, bukan sekadar memasukkan semua informasi.
60. /matrix — Decision matrix
Buat decision matrix dengan opsi sebagai baris dan kriteria
sebagai kolom. Jelaskan definisi setiap kriteria dan data yang diperlukan untuk
mengisinya.
Catatan: untuk keputusan yang menyangkut pilihan
politik/electoral, matriks dapat digunakan untuk menyajikan fakta dan perbedaan
terdokumentasi, tetapi jangan digunakan untuk menghasilkan ranking atau
"pemenang".
61. /timeline — Timeline
Susun peristiwa secara kronologis. Untuk setiap peristiwa
berikan tanggal/periode, event, cause, consequence, dan tingkat kepastian jika
relevan.
62. /bullets — Bullet points
Ringkas menjadi bullet points. Satu bullet = satu ide.
Hilangkan repetisi dan pertahankan informasi yang menentukan.
63. /json — JSON
Format output sebagai JSON valid. Jangan tambahkan markdown
di luar JSON. Gunakan schema yang eksplisit dan pastikan tipe datanya
konsisten.
64. /form — Form input
Ubah kebutuhan ini menjadi struktur form. Tentukan field,
tipe data, required/optional, validation rules, dan contoh input.
65. /script — Script
Ubah informasi ini menjadi script yang dapat langsung
dibaca/diucapkan. Tentukan speaker, timing, transitions, dan stage directions
jika diperlukan.
66. /brief — Executive brief
Buat executive brief dengan struktur: Situation → Key
Findings → Implications → Risks → Options → Recommended next analytical steps.
Pisahkan evidence dari interpretation.
VII. CODING
67. /code — Generate code
Tulis kode yang clean, modular, readable, maintainable, dan
sesuai best practices bahasa/framework yang digunakan.
Jangan hanya meminta "buat kode"; sebutkan:
- language;
- version;
- environment;
- input;
- output;
- constraints.
68. /debug — Debugging
Analisis bug secara sistematis. Identifikasi symptom,
probable causes, evidence, root cause, fix, dan regression risks. Jangan
mengubah kode sebelum menjelaskan masalahnya.
69. /refactor — Refactoring
Refactor kode tanpa mengubah behavior yang dimaksud.
Jelaskan perubahan, alasan, trade-off, dan risiko regression.
70. /comment — Code comments
Tambahkan komentar hanya pada bagian yang membutuhkan
penjelasan. Jelaskan "mengapa", bukan sekadar mengulang
"apa" yang dilakukan kode.
71. /test — Testing
Buat test cases untuk happy path, edge cases, invalid input,
boundary conditions, failure modes, dan regression cases.
72. /explainit — Jelaskan kode
Jelaskan kode dari high-level architecture menuju detail
implementasi. Jelaskan data flow, control flow, dependencies, dan kemungkinan
failure points.
73. /optimize — Optimasi
Cari bottleneck terlebih dahulu. Bedakan optimasi
algorithmic complexity, memory, I/O, network, database, dan concurrency. Jangan
mengoptimasi sebelum mengidentifikasi bottleneck.
74. /convert — Konversi
Konversikan kode dari [A] ke [B] dengan mempertahankan
behavior. Identifikasi bagian yang tidak memiliki padanan langsung.
75. /schema — Data schema
Rancang schema data yang sesuai. Jelaskan entities,
attributes, relationships, constraints, indexes, normalization/denormalization
considerations, dan migration implications.
76. /api — API design
Rancang API lengkap termasuk endpoints, HTTP methods,
request/response schema, authentication, authorization, validation, error
handling, pagination, rate limiting, dan versioning.
77. /secure — Security review
Audit kode dari perspektif keamanan. Periksa authentication,
authorization, input validation, injection, secrets, dependency
vulnerabilities, logging, data exposure, CSRF/CORS, dan privilege escalation.
VIII. ANALYSIS & JUDGMENT
78. /compare — Comparative analysis
Bandingkan opsi A, B, dan C menggunakan kriteria yang
relevan. Jangan hanya memberikan kesimpulan; jelaskan perbedaan, trade-off,
assumptions, dan kondisi ketika setiap opsi masuk akal.
79. /proscons — Pro dan kontra
Identifikasi manfaat dan kelemahan setiap opsi. Hindari
false balance: jika evidence tidak seimbang, jelaskan kualitas evidence-nya.
80. /decide — Decision analysis
Bantu saya membuat keputusan dengan memisahkan: facts →
objectives → constraints → options → consequences → uncertainties → information
gaps. Jangan mengambil keputusan atas nama saya jika preferensi saya belum
jelas.
81. /priority — Prioritization
Prioritaskan berdasarkan impact, urgency, effort,
dependency, reversibility, dan risk. Jelaskan kriteria yang digunakan.
82. /root — Root cause
Jangan berhenti pada symptom. Telusuri causal chain sampai
menemukan penyebab yang paling fundamental dan dapat ditindaklanjuti.
83. /data — Data analysis
Analisis data secara sistematis. Periksa kualitas data,
missing values, outliers, distributions, correlations, causal limitations, dan
statistical uncertainty sebelum menarik kesimpulan.
84. /pattern — Pattern recognition
Cari pola, tren, anomaly, clustering, recurring structure,
dan perubahan regime. Bedakan pola yang didukung data dari pola yang mungkin
merupakan noise.
85. /assumption — Assumption audit
Daftar semua asumsi yang diperlukan agar kesimpulan ini
benar. Klasifikasikan berdasarkan criticality dan confidence. Identifikasi
asumsi yang paling perlu divalidasi.
86. /verify — Verification
Periksa setiap klaim penting. Bedakan verified fact,
reasonable inference, uncertain claim, dan unsupported claim. Jika membutuhkan
informasi terkini, gunakan sumber terbaru yang kredibel.
87. /counter — Counterargument
Bangun counterargument terkuat terhadap kesimpulan ini.
Kemudian evaluasi evidence yang mendukung dan melemahkan kedua sisi.
88. /simplify — Simplify
Kurangi kompleksitas tanpa menghilangkan informasi yang
diperlukan untuk mengambil keputusan. Hapus jargon, repetisi, dan detail yang
tidak relevan.
IX. SYSTEMS & EXECUTION
89. /improve — Improve
Jangan mulai dari nol. Identifikasi bagian yang sudah
bekerja, bagian yang lemah, dan perubahan dengan leverage terbesar. Kemudian
berikan versi perbaikannya.
90. /automate — Automation
Identifikasi bagian proses yang repetitif dan dapat
diotomatisasi. Rancang workflow: trigger → input → processing → validation →
output → exception handling.
91. /reusable — Reusable system
Ubah solusi satu kali ini menjadi sistem yang dapat
digunakan kembali. Pisahkan variables, constants, procedures, templates, dan
decision rules.
92. /habit — Habit design
Ubah tujuan menjadi sistem kebiasaan. Tentukan cue,
behavior, minimum viable action, reward, tracking, friction reduction, dan
recovery plan ketika gagal.
93. /frame — Framework
Buat framework yang dapat digunakan untuk menganalisis
masalah sejenis. Definisikan input, dimensions, decision rules, outputs, dan
limitations.
94. /grid — Decision grid
Buat grid untuk memetakan pilihan berdasarkan dua atau lebih
variabel penting. Jelaskan arti setiap kuadran dan kapan sebuah opsi berpindah
kuadran.
95. /reverse — Reverse engineering
Mulai dari hasil akhir yang diinginkan. Identifikasi kondisi
yang harus benar agar hasil tersebut tercapai, lalu telusuri dependency secara
mundur sampai tindakan pertama.
96. /roleplay — Simulation
Simulasikan situasi dengan aktor dan tujuan yang realistis.
Tetapkan role, constraints, information asymmetry, dan objective masing-masing
pihak.
97. /pushback — Challenge my thinking
Ini salah satu kode yang paling berguna.
Jangan langsung menyetujui saya. Cari bagian pemikiran saya
yang lemah, asumsi yang belum terbukti, alternatif yang saya abaikan, dan
konsekuensi yang mungkin tidak saya sadari.
98. /finalcheck — Final quality control
Sebelum memberikan jawaban final, periksa kelengkapan,
konsistensi, factual accuracy, logical gaps, contradictions, missing caveats,
formatting, dan apakah jawaban benar-benar menjawab pertanyaan.
99. /allin — Maximum useful answer
Saya justru akan mengubah definisi kode terakhir dari versi
poster.
Jangan meminta AI "berikan jawaban terkuat" secara
abstrak. Gunakan:
Berikan jawaban paling berguna yang dapat
dipertanggungjawabkan berdasarkan informasi yang tersedia. Analisis masalah
secara sistematis, nyatakan asumsi, bedakan fakta dari inferensi, identifikasi
ketidakpastian, berikan alternatif, jelaskan trade-off, dan akhiri dengan
langkah konkret. Jangan menambahkan detail hanya untuk membuat jawaban terlihat
lengkap.
Ini jauh lebih berguna daripada sekadar "jawab
semaksimal mungkin".
X. KOMBINASI YANG LEBIH POWERFUL
Kekuatan sebenarnya bukan pada satu kode. Kekuatan muncul
dari kombinasi.
1. Untuk riset mendalam
/deep + /research + /skeptic + /sources + /verify
Contoh:
/deep /research /skeptic /sources /verify
Analisis industri energi nuklir saat ini. Identifikasi tren utama, economics,
teknologi, regulatory constraints, risks, dan uncertainty. Bedakan data aktual,
estimasi, dan klaim pihak berkepentingan. Gunakan sumber primer bila tersedia.
2. Untuk mengambil keputusan
/compare + /tradeoffs + /assumption + /risk + /decide
Contoh:
/compare /tradeoffs /assumption /risk /decide
Saya mempertimbangkan membeli atau menyewa rumah. Analisis kedua opsi
berdasarkan biaya total, fleksibilitas, opportunity cost, risiko, horizon
waktu, dan ketidakpastian. Jangan mengasumsikan preferensi saya.
3. Untuk belajar sesuatu dari nol
/teachme + /plain + /teacher + /quiz + /gaps
Contoh:
/teachme /plain /quiz /gaps
Ajarkan saya machine learning dari nol. Buat learning path bertahap, berikan
analogi, contoh, latihan, quiz, dan identifikasi knowledge gaps saya.
4. Untuk memahami sesuatu yang sangat kompleks
/zoomout + /zoomin + /first-principles + /simplify
Urutannya:
Zoom out → pahami sistem → zoom in → bongkar mekanisme →
first principles → sederhanakan.
Ini lebih kuat daripada sekadar meminta "jelaskan
secara detail".
5. Untuk menguji sebuah ide
/skeptic + /devils-advocate + /assumption + /counter + /risk
Contoh:
/skeptic /devils-advocate /assumption /counter /risk
Ini ide startup saya. Cari alasan mengapa ide ini mungkin gagal. Identifikasi
asumsi paling berbahaya, counterarguments, risiko pasar, risiko execution, dan
evidence yang perlu saya kumpulkan sebelum menginvestasikan modal.
6. Untuk membuat strategi bisnis
/market + /persona + /strategy + /roadmap + /kpi + /risk
Struktur:
Market → Customer → Strategy → Execution → Measurement →
Risk
7. Untuk coding
/code + /schema + /secure + /test + /debug + /optimize
Jangan hanya:
"Buatkan aplikasi X."
Lebih baik:
/code /schema /secure /test
Rancang aplikasi X. Mulai dari architecture dan data schema, kemudian
implementasikan. Sertakan validation, authentication, security considerations,
test cases, error handling, dan deployment considerations.
8. Untuk memperbaiki tulisan
/reframe + /simplify + /pro + /hook + /finalcheck
Pipeline:
Reframe → Simplify → Professionalize → Strengthen opening
→ Quality control
9. Untuk membuat konten
/persona + /hook + /story + /creative + /series
Contoh:
/persona /hook /story /series
Buat strategi konten edukasi untuk pemilik UMKM. Tentukan audience persona, 20
hook, struktur storytelling, dan kalender seri 12 episode.
10. Untuk menemukan solusi inovatif
/first-principles + /reframe + /mashup + /wild + /safe
Urutannya sangat berguna:
Bongkar asumsi → definisikan ulang masalah → eksplorasi
kombinasi → keluarkan ide ekstrem → saring menjadi solusi realistis.
XI. MASTER PROMPT
Daripada menghafal 99 kode, sebenarnya Anda bisa memiliki
satu template universal.
Gunakan:
/TASK
Tujuan:
[apa yang ingin saya capai]
/CONTEXT
Konteks:
[informasi yang perlu diketahui]
/ROLE
Perspektif:
[ahli/analyst/teacher/engineer/etc.]
/ANALYZE
Analisis:
- identifikasi masalah utama
- asumsi
- fakta vs inferensi
- alternatif
- trade-off
- risiko
- uncertainty
/OUTPUT
Format:
[tabel / bullet / report / roadmap / JSON / dll.]
/CONSTRAINTS
Batasan:
[budget, waktu, panjang, teknologi, audience, dll.]
/VERIFY
Quality control:
- cek konsistensi
- cek factual claims
- tandai uncertainty
- jangan mengarang informasi
- sebutkan informasi yang masih dibutuhkan
/NEXT
Akhiri dengan:
- kesimpulan utama
- hal yang belum diketahui
- langkah berikutnya yang konkret
XII. VERSI YANG LEBIH CANGGIH: PROMPT OPERATING SYSTEM
Kalau ingin mendapatkan output yang konsisten, saya justru
menyarankan menggunakan struktur ini daripada mengandalkan 99 keyword.
OBJECTIVE
Apa hasil akhir yang saya inginkan?
CONTEXT
Apa yang perlu kamu ketahui?
ROLE
Dari perspektif profesional apa masalah ini harus
dianalisis?
TASK
Apa tepatnya yang harus dilakukan?
CRITERIA
Seperti apa jawaban yang dianggap berkualitas?
CONSTRAINTS
Apa batasan waktu, biaya, panjang, teknologi, sumber, atau
format?
ANALYSIS
Periksa:
1. fakta
2. asumsi
3. causal relationships
4. alternatives
5. trade-offs
6. risks
7. uncertainties
OUTPUT
Berikan dalam format yang paling sesuai dengan tujuan.
VERIFICATION
Sebelum final:
- cek kontradiksi
- tandai ketidakpastian
- jangan mengarang fakta
- pisahkan evidence dari inference
- identifikasi informasi yang hilang
ACTION
Berikan langkah berikutnya yang konkret.
Ini secara konseptual lebih kuat daripada daftar
"secret codes", karena AI sebenarnya bekerja jauh lebih baik ketika tujuan,
konteks, kriteria, constraint, dan format output didefinisikan secara
eksplisit.
XIII. 10 KODE YANG PALING SERING BERGUNA
Jika Anda tidak mau menghafal 99, cukup pahami sepuluh ini:
/deep — analisis mendalam
/skeptic — cari kelemahan
/first-principles — bongkar sampai fundamental
/compare — bandingkan alternatif
/tradeoffs — lihat konsekuensi dua arah
/assumption — bongkar asumsi
/verify — cek validitas
/teachme — pelajari secara sistematis
/reframe — lihat masalah dari perspektif lain
/finalcheck — quality control
Dan untuk pekerjaan serius, kombinasi yang sangat kuat
adalah:
/deep /first-principles /skeptic /compare /tradeoffs
/assumption /verify /finalcheck
Namun jangan menganggap semakin banyak kode selalu semakin
baik. Terlalu banyak instruksi yang tumpang tindih dapat membuat output justru
tidak fokus.
Prinsip yang lebih fundamental adalah:
Tujuan yang jelas + konteks yang cukup + constraint yang
eksplisit + kriteria kualitas + format output + verifikasi = prompt yang kuat.
Kode /deep tidak membuat AI "berpikir ajaib". Kode
/research tidak otomatis membuat informasi menjadi benar. Kode /expert juga
tidak memberikan akses ke pengetahuan yang tidak tersedia. Kode-kode tersebut
berfungsi sebagai instruction shorthand untuk mengarahkan proses kerja.
Kalau tujuan Anda adalah mendapatkan hasil yang konsisten untuk pekerjaan serius, struktur Objective → Context → Task → Criteria → Constraints → Analysis → Output → Verification → Action jauh lebih fundamental daripada "99 secret codes".

Comments
Post a Comment