Ramalan 2026–2036: AI, Robot, Kekayaan, dan Indonesia (Analisis Data Lengkap)
Ringkasan
Pada 2036, kemampuan AI hampir pasti jauh lebih tinggi
daripada pada 2026, tetapi dampaknya pada produktivitas, upah, dan kekayaan
akan lebih lambat dan lebih timpang daripada kemampuannya. Kemampuan teknis
bergerak dalam hitungan bulan. Adopsi di perusahaan, pembangunan fisik, dan
kebijakan publik bergerak dalam hitungan tahun.
Kesenjangan itu sudah terlihat. Waktu tugas yang dapat
diselesaikan agen AI berlipat ganda kira-kira setiap 129 hari sejak 2023.
Namun, survei NBER terhadap sekitar 6.000 eksekutif di empat negara menemukan
bahwa 89% perusahaan tidak melihat dampak pada produktivitas, dan lebih dari
90% tidak melihat dampak pada lapangan kerja, selama tiga tahun terakhir.
Produktivitas tenaga kerja Amerika Serikat naik 2,2% dalam setahun hingga
kuartal II 2026, nyaris sama dengan rata-rata 2,1% sejak akhir 2019. Pada saat
yang sama, pangsa pendapatan yang diterima tenaga kerja di sektor bisnis
nonpertanian AS mencapai 52,8% pada kuartal II 2026, terendah sejak pencatatan
dimulai pada 1947.
Angka titik utama ramalan ini adalah sebagai berikut.
Produktivitas AS rata-rata 2026–2035 bermedian 2,3% per tahun, dengan peluang
di atas 3% hanya 15%. Konsumsi listrik pusat data dunia pada 2030 sekitar 900
terawatt-jam. Pengiriman robot humanoid tahunan pada 2030 sekitar 300 ribu unit
dengan definisi pengiriman IFR, bukan jutaan. Untuk Indonesia, pertumbuhan
tetap sekitar 5% dan pekerja informal tetap lebih dari 55% tenaga kerja.
Setiap probabilitas di sini berupa satu angka yang dapat
dinyatakan salah. Seluruhnya adalah penilaian saya, bukan keluaran model
terkalibrasi. Karena itu, klaim yang dapat saya pertanggungjawabkan lebih
sempit daripada "ramalan ini pasti benar": angka-angka ini berjangkar
pada data per Oktober 2026 dan laju dasar historis, serta disusun dengan ambang
dan tanggal agar kekeliruannya dapat diketahui. Berbeda dari tulisan awal,
probabilitas untuk ekor distribusi (gelembung investasi, konflik Taiwan,
insiden AI) dinyatakan eksplisit. Setiap tabel ramalan memuat kolom "dasar
angka" yang membedakan data primer, laju dasar historis, dan penilaian
murni, sehingga pembaca dapat melihat angka mana yang kuat dan mana yang lemah.
Titik awal: data per Oktober 2026
Ramalan yang baik dimulai dari posisi sekarang, bukan dari
cerita. Tabel berikut memuat angka dasar yang menjadi jangkar semua
probabilitas di bawah.
|
Indikator |
Nilai terakhir |
Sumber |
|
Waktu tugas agen AI pada keberhasilan 50% (METR) |
Sekitar 12 jam untuk Claude Opus 4.6 (Februari 2026);
versi awal Claude Mythos Preview setidaknya 16 jam, di batas yang dapat
diukur. Waktu penggandaan sejak 2023 sekitar 129 hari (angka dari ringkasan
sekunder atas data METR). METR menyatakan pengukuran di atas 16 jam tidak
andal, dan halamannya tidak lagi diperbarui sejak 8 September 2026. |
|
|
Produktivitas tenaga kerja AS |
Kuartal II 2026: +1,4% (anualisasi) dan +2,2% setahun;
selama lima kuartal terakhir 2,1–2,9% setahun; keluaran +2,5% dan jam kerja
+0,2% setahun; rata-rata 2,1% sejak kuartal IV 2019 |
|
|
Pangsa tenaga kerja dalam output, sektor bisnis
nonpertanian AS |
52,8% pada kuartal II 2026 (53,6% pada kuartal I),
terendah sejak pencatatan dimulai pada 1947 |
|
|
Adopsi dan dampak terukur AI di perusahaan |
Survei NBER (sekitar 6.000 eksekutif, empat negara): 69%
perusahaan memakai AI; 89% tidak melihat dampak pada produktivitas dan lebih
dari 90% tidak melihat dampak pada lapangan kerja dalam tiga tahun terakhir;
eksekutif memperkirakan produktivitas naik 1,4% dan lapangan kerja turun 0,7%
dalam tiga tahun ke depan. Catatan Federal Reserve (April 2026): hanya
sekitar 18% perusahaan memakai AI bila dihitung per perusahaan, tetapi 78%
tenaga kerja bekerja di perusahaan pengguna AI (dibobot jumlah pekerja, dan Fed
menyebutnya batas atas), serta 41% pekerja memakai AI generatif untuk
pekerjaan (November 2025) |
|
|
Listrik pusat data dunia |
Sekitar 485 terawatt-jam (2025), diproyeksikan sekitar 950
terawatt-jam pada 2030 (sekitar 3% listrik dunia); naik 17% pada 2025, pusat
data berfokus AI naik 50%, listrik dunia naik 3%; belanja modal lima
perusahaan teknologi terbesar lebih dari US$400 miliar pada 2025 dan
diperkirakan naik 75% pada 2026 |
|
|
Pertumbuhan PDB dunia |
3,5% (2025), 3,1% (2026), 3,4% (2027), menurut ringkasan
media atas World Economic Outlook IMF Oktober 2026 |
|
|
Robot humanoid |
IFR: sekitar 7.000 unit terjual pada 2025 untuk industri
dan jasa profesional (tanpa konsumen dan militer), banyak untuk riset dan
pengumpulan data. Pelacak pasar dengan definisi lebih luas: 13.000–16.000
unit (2025) dan sekitar 19.100 unit pada semester I 2026, lebih dari 97% dari
pabrikan Tiongkok. Unitree 5.500 unit (2025); Tesla belum mengungkap unit
produksi terverifikasi per 22 Juli 2026 |
|
|
Ekonomi Indonesia |
PDB: 5,11% (2025), 5,61% (kuartal I 2026), 5,29% (kuartal
II 2026); pengangguran terbuka 4,68% pada Februari 2026 dari angkatan kerja
154,91 juta orang |
|
|
Struktur kerja dan ketimpangan Indonesia |
Pekerja informal 87,74 juta dari 147,67 juta penduduk
bekerja (59,4%) pada Februari 2026; rasio perpajakan 9,31% PDB pada 2025
(10,08% pada 2024); rasio Gini 0,368 pada Maret 2026 (0,363 pada September
2025) |
Pola yang menonjol: kemampuan agen AI melonjak dan pangsa
tenaga kerja mencapai rekor terendah, sementara produktivitas agregat AS
bergerak pada kisaran dasarnya. Status verifikasi pada 21 Oktober 2026: angka
BLS (pangsa tenaga kerja dan produktivitas), BPS, NBER, Federal Reserve, dan
IFR (robot industri) saya cocokkan dengan halaman resmi lembaganya atau kutipan
darinya. Angka waktu tugas METR (12 jam, 16 jam, penggandaan 129 hari),
proyeksi IEA untuk 2030, proyeksi IMF Oktober 2026, dan angka robot humanoid
masih berasal dari media atau pelacak pasar yang mengutip sumber itu, sehingga
lebih lemah.
Kemampuan AI hingga 2036 dan batasnya
Dalam hal kemampuan, saya sengaja tidak mengambil posisi
tengah yang aman. Selama tiga tahun terakhir, tren waktu tugas METR terbukti
lebih cepat daripada perkiraan hati-hati. Doktrin "tren pasti
melambat" sudah beberapa kali keliru, sehingga untuk kemampuan teknis saya
condong tidak meremehkan.
Ada tiga batas yang tetap harus diperhitungkan. Pertama,
ukuran METR mulai jenuh: lembaga itu sendiri menyatakan hasil di atas 16 jam
tidak andal, dan sebagian kegagalan agen terbaik berasal dari kecurangan, bukan
ketidakmampuan. Kedua, waktu tugas pada keberhasilan 50% tidak berarti tugas
sepanjang itu dapat didelegasikan; pada keandalan 80% angkanya jauh lebih
pendek. Tugas dalam suite METR juga lebih bersih dan lebih terdefinisi daripada
pekerjaan nyata, dan lebih mencerminkan apa yang dapat dikerjakan pekerja
berkonteks rendah (karyawan baru atau kontraktor) dalam durasi itu. Ketiga,
kemajuan paling cepat terjadi pada tugas yang hasilnya mudah diverifikasi,
seperti pemrograman. Tugas terbuka dengan tolok ukur yang kabur, seperti
memimpin proyek lintas organisasi, belum menunjukkan laju yang sama.
Karena itu ramalan saya membedakan kemampuan dari penerapan.
Penerapan bergantung pada keandalan, tanggung jawab hukum, dan biaya
verifikasi, bukan hanya pada kemampuan puncak.
Ramalan terukur:
|
Pernyataan |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Pada akhir 2028, setidaknya satu agen AI yang tersedia
untuk publik menyelesaikan tugas perangkat lunak yang memerlukan satu minggu
kerja ahli manusia (40 jam) dengan keberhasilan minimal 50% pada evaluasi
independen |
70% |
Data primer dan penilaian: METR mengukur sekitar 12 jam
(Februari 2026) hingga setidaknya 16 jam (Mei 2026); laju penggandaan memberi
ruang besar, tetapi tolok ukurnya sudah jenuh |
|
Pada akhir 2031, agen mencapai keberhasilan minimal 80%
pada tugas setara 8 jam kerja ahli di sedikitnya lima domain di luar
perangkat lunak |
55% |
Penilaian murni; METR menemukan tren eksponensial serupa
di domain lain, tetapi dengan angka mutlak yang berbeda |
|
Pada 2029, waktu penggandaan kemampuan lebih pendek dari
100 hari |
20% |
Penilaian murni; METR mengantisipasi kemungkinan
percepatan karena AI mempercepat riset AI |
|
Pada 2029, waktu penggandaan lebih panjang dari 200 hari |
35% |
Penilaian murni; berarti kembali mendekati laju sebelum
2024 (sekitar tujuh bulan) |
|
Pada 2029, waktu penggandaan antara 100 dan 200 hari (laju
sekarang sekitar 129 hari) |
45% |
Sisa probabilitas |
Produktivitas dan pertumbuhan ekonomi
Produktivitas AS rata-rata 2026–2035 bermedian 2,3% per
tahun, hanya sedikit di atas rata-rata 2,1% sejak 2019. Saya menolak klaim
bahwa AI akan segera menggandakan pertumbuhan, dan sama kerasnya menolak klaim
bahwa AI tidak berdampak.
Alasannya ada pada bukti campuran. Di satu sisi,
produktivitas setahun hingga kuartal II 2026 naik 2,2%, dengan keluaran
bertambah 2,5% dan jam kerja hanya 0,2% (BLS), dan selama lima kuartal terakhir
selalu berada di atas 2,0%. Di sisi lain, perusahaan sendiri belum melihat
dampaknya: dalam survei NBER, 89% eksekutif tidak melihat perubahan
produktivitas (diukur sebagai penjualan per karyawan) selama tiga tahun
terakhir, sementara mereka memperkirakan kenaikan rata-rata 1,4% dalam tiga
tahun ke depan. The Fed menaikkan proyeksi median pertumbuhan jangka panjang
menjadi 2,0%, sedangkan CBO menyebut kontribusi AI generatif "modest"
dalam proyeksi sepuluh tahunnya.
Preseden sejarah mendukung kehati-hatian pada laju tetapi
bukan pada arah. Listrik dan teknologi informasi memerlukan satu hingga dua
dekade sampai perusahaan menata ulang proses kerja. Ledakan produktivitas AS
1995–2004 mencapai sekitar 3% per tahun, tetapi baru terjadi sekitar satu
dekade setelah komputer pribadi meluas.
Ramalan terukur (rata-rata tahunan produktivitas
tenaga kerja sektor bisnis nonpertanian AS, 2026–2035, data BLS):
|
Ambang (rata-rata tahunan 2026–2035) |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Di atas 2,0% |
65% |
Data primer: BLS mencatat 2,1–2,9% setahun selama lima
kuartal terakhir dan rata-rata 2,1% sejak 2019 |
|
Di atas 2,5% |
33% |
Penilaian: batas atas lima kuartal terakhir mencapai 2,9%,
tetapi survei NBER menunjukkan dampak di perusahaan belum terlihat |
|
Di atas 3,0% |
15% |
Laju dasar historis (dari ingatan): hanya periode
1995–2004 yang mendekati 3% |
|
Di bawah 1,5% |
10% |
Laju dasar historis (dari ingatan): kira-kira laju
2005–2019 |
Untuk dunia, saya memberi peluang 70% bahwa
pertumbuhan PDB riil dunia rata-rata 2027–2036 berada di antara 2,5% dan 3,5%
(IMF memproyeksikan 3,1% pada 2026 dan 3,4% pada 2027 setelah 3,5% pada 2025,
menurut ringkasan media atas laporan Oktober 2026). Pertumbuhan di atas 3,5%
diberi 15% dan di bawah 2,5% diberi 15%.
Robot dan dunia fisik
Robot humanoid akan tumbuh cepat dari basis kecil, tetapi
pada 2030 jumlahnya masih ratusan ribu unit per tahun, bukan jutaan. Angka
dasarnya masih diperdebatkan. IFR mencatat sekitar 7.000 unit terjual pada 2025
untuk penggunaan industri dan jasa profesional (tanpa konsumen dan militer),
dan IFR sendiri menyebut banyak unit dibeli untuk riset atau pengumpulan data,
bukan kerja produktif. Pelacak pasar dengan definisi lebih luas menghitung
13.000–16.000 unit pada 2025 dan sekitar 19.100 unit hanya pada semester I
2026. Jika laju kenaikan beberapa kali lipat per tahun melambat bertahap,
jumlah dengan definisi IFR mencapai sekitar 300 ribu unit pada 2030. Perkiraan
Bank of America sebesar 1,2 juta unit pada 2030 jauh di atas itu, dan saya
memberinya bobot rendah.
Sebagai pembanding, robot industri sudah menjadi industri
matang. IFR mencatat stok 5 juta unit pada 2025 (naik 9%) dengan pemasangan
baru lebih dari 600.000 unit (naik 11%), 59% di antaranya di Tiongkok, dan
memperkirakan 655.000 unit pada 2026 serta 806.000 unit pada 2029. Pertumbuhan
dua digit pada basis besar itu berbeda dari lonjakan humanoid pada basis yang
sangat kecil, dan IFR sendiri tidak menyajikan angka pengiriman humanoid dalam
rilis tersebut.
Perhitungan itu sejalan dengan bukti yang ada. Unitree
sendiri memperkirakan 76 ribu unit pada 2027 dan 502 ribu unit pada 2032. Musk
mengakui Optimus "produk tersulit untuk diproduksi massal" karena
tidak ada rantai pasok yang siap. Figure dan Agility baru mengirim sekitar 150
unit masing-masing pada 2025. Hambatan utamanya adalah "otak"
(kecakapan manipulasi dan keandalan), bukan perangkat keras, sebagaimana diakui
pimpinan Unitree.
Keunggulan Tiongkok pada volume dan harga (Unitree R1 mulai
US$4.900) kemungkinan bertahan. Artinya, dinamika robotika akan berkaitan erat
dengan kebijakan perdagangan dan keamanan, tidak hanya dengan teknologi.
Untuk rumah tangga, hambatannya lebih berat daripada untuk
pabrik: lingkungan tidak terstruktur, risiko cedera, dan biaya perawatan. Saya
memberi probabilitas rendah pada robot rumah tangga serbaguna sebelum 2036.
Ramalan terukur:
|
Pernyataan (hitungan menurut definisi IFR) |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Pengiriman humanoid dunia pada 2030 minimal 100.000 unit |
75% |
Data primer dan penilaian: IFR mencatat sekitar 7.000 unit
(2025); butuh pertumbuhan sekitar 70% per tahun, sedangkan pelacak pasar
mencatat 19.100 unit hanya pada semester I 2026 |
|
Pengiriman humanoid dunia pada 2030 minimal 500.000 unit |
25% |
Penilaian murni; perkiraan Bank of America 1,2 juta unit
adalah batas atas yang saya beri bobot rendah |
|
Pengiriman humanoid dunia pada 2030 minimal 1 juta unit |
10% |
Penilaian murni |
|
Pengiriman humanoid dunia pada 2036 minimal 2 juta unit |
40% |
Penilaian murni; tidak ada data tahun itu |
|
Pabrikan Tiongkok menyumbang minimal 70% pengiriman
humanoid dunia pada 2030 |
70% |
Data pelacak pasar (lebih dari 97% pada semester I 2026,
sumber sekunder) dan penilaian bahwa pangsa itu akan turun |
|
Sebelum 2036, ada robot humanoid berharga di bawah
US$20.000 yang terbukti dalam uji independen mengerjakan minimal lima tugas
rumah tangga secara mandiri, dan terjual minimal 100.000 unit dalam satu
tahun |
10% |
Penilaian murni; IFR menyebut banyak unit 2025 belum
bekerja produktif |
Energi dan komputasi
Listrik adalah batas paling konkret bagi laju AI hingga
2030, dan batas itu sudah terasa. Menurut IEA, konsumsi listrik pusat data naik
17% pada 2025, lima kali lebih cepat daripada permintaan listrik dunia, dan
pusat data berfokus AI naik 50%. Proyek yang menumpuk juga menahan sambungan
jaringan dan perizinan, sehingga banyak pengembang beralih ke pembangkit gas di
lokasi.
Patokan saya adalah proyeksi IEA: konsumsi pusat data naik
dari sekitar 485 terawatt-jam pada 2025 menjadi sekitar 950 terawatt-jam pada
2030 (sekitar 3% listrik dunia), dengan konsumsi pusat data berfokus AI naik
tiga kali lipat menjadi sekitar 465 terawatt-jam. Saya menganggap angka itu
masuk akal, dengan ketidakpastian dua arah. Ke atas, belanja modal terus naik
dan efisiensi chip dapat memicu permintaan yang lebih besar (efek pantul). Ke
bawah, penambahan kapasitas terhambat jaringan listrik, dan koreksi investasi
dapat menunda proyek.
Konsekuensi ekonominya lebih penting daripada angkanya. Bila
listrik, chip, dan lahan pusat data menjadi hambatan yang langka, sebagian
besar keuntungan dari AI akan mengalir kepada pemilik hambatan itu, bukan
kepada pembuat model yang mudah ditiru.
Ramalan terukur:
|
Pernyataan |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Konsumsi listrik pusat data dunia pada 2030 antara 750 dan
1.100 terawatt-jam |
70% |
Data primer (ringkasan IEA oleh media): sekitar 485
terawatt-jam (2025) menjadi sekitar 950 terawatt-jam (2030) |
|
Konsumsi pada 2030 di atas 1.100 terawatt-jam |
15% |
Penilaian: belanja modal naik 75% pada 2026 dan efek
pantul dari penggunaan agen AI |
|
Konsumsi pada 2030 di bawah 750 terawatt-jam |
15% |
Penilaian: hambatan jaringan listrik dan kemungkinan
koreksi investasi |
|
Antrean sambungan jaringan atau kekurangan daya menunda
sebagian besar proyek pusat data di setidaknya tiga wilayah besar pada 2030 |
80% |
Data primer (ringkasan IEA oleh media): penundaan
sambungan jaringan dan perizinan sudah tercatat pada 2026 |
|
Pembangkit fusi memasok minimal 1 gigawatt listrik ke
jaringan komersial pada akhir 2036 |
2% |
Penilaian murni berdasarkan tahap teknologi; tidak ada
data yang saya cari |
Peluang fusi sengaja jauh lebih rendah daripada angka 10–25%
pada tulisan awal. Fusi harus melewati demonstrasi energi neto, kelayakan
pembangkit, izin, dan produksi massal; tidak satu pun dari tahap itu dapat
dilewati dalam satu dekade dengan keyakinan tinggi.
Pekerjaan, upah, dan distribusi kekayaan
Ketimpangan akan melebar bukan karena pekerja kehilangan
semua pekerjaan, melainkan karena daya tawar bergeser. Pekerjaan kantor tingkat
pemula paling dahulu terpengaruh, sebab tugasnya paling mudah dirumuskan dan
diverifikasi. Gejalanya sudah muncul pada tingkat agregat: pangsa pendapatan
yang diterima tenaga kerja di sektor bisnis nonpertanian AS turun ke 52,8% pada
kuartal II 2026, terendah sejak pencatatan BLS dimulai pada 1947, ketika
keluaran naik 2,5% setahun dan jam kerja hanya 0,2%. Saya belum memiliki bukti
bahwa AI penyebab utamanya; penurunan itu sudah berlangsung sejak awal abad
ke-21.
Laba dari otomatisasi cenderung mengalir ke tiga kelompok.
Pertama, pemilik hambatan yang langka, yaitu listrik, chip, dan lokasi pusat
data. Kedua, pemilik modal dalam perusahaan yang berhasil merombak proses
kerjanya. Ketiga, pekerja yang keterampilannya melengkapi mesin. Persaingan dan
model terbuka dapat menekan margin pembuat model, tetapi tidak menurunkan harga
listrik atau tanah.
Saya tidak meramalkan hilangnya mayoritas pekerjaan.
Pekerjaan terdiri atas banyak tugas, dan tanggung jawab hukum, kepercayaan,
serta kerja di lingkungan fisik yang tidak terstruktur memperlambat
penggantian. Namun, "pekerjaan masih ada" bukan ukuran yang cukup.
Yang perlu diperiksa adalah pangsa pendapatan yang diterima tenaga kerja dan
kualitas pekerjaan.
Kebijakan akan merespons lebih lambat daripada pasar.
Pendapatan dasar universal penuh sangat jarang menjadi pilihan; yang lebih
mungkin adalah perluasan bertahap transfer, asuransi pengangguran, dan pajak
atas keuntungan atau modal.
Ramalan terukur:
|
Pernyataan |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Pangsa tenaga kerja dalam output sektor bisnis
nonpertanian AS (BLS) pada kuartal IV 2035 di bawah 51,0% (kuartal II 2026:
52,8%, terendah sepanjang pencatatan) |
40% |
Data primer dan penilaian: tren turun sejak awal abad
ke-21 sudah tercatat BLS; tambahan penurunan 1,8 poin dalam sembilan tahun
masuk akal tetapi tidak pasti |
|
Mayoritas pekerjaan di dunia hilang sebelum 2036 |
di bawah 1% |
Penilaian murni; eksekutif dalam survei NBER memperkirakan
penurunan lapangan kerja hanya 0,7% dalam tiga tahun |
|
Sedikitnya satu ekonomi besar G20 memperluas belanja
jaminan pendapatan minimal 1 poin persentase PDB sebagai respons yang diakui
terhadap otomatisasi |
40% |
Penilaian murni |
|
Sedikitnya satu negara G20 memberlakukan pajak atau
pungutan yang secara eksplisit dikaitkan dengan AI atau otomatisasi sebelum
2032 |
25% |
Penilaian murni |
|
Sebuah negara G20 memberlakukan pembayaran tunai tanpa
syarat nasional bagi seluruh orang dewasa sebelum 2036 |
6% |
Penilaian dan laju dasar: sejauh yang saya ketahui belum
ada preseden |
|
Sepuluh perusahaan terbesar masih menyumbang lebih dari
30% kapitalisasi indeks S&P 500 pada akhir 2030 |
80% |
Data primer: sekitar 39% pada Maret 2026
(Apollo/Bloomberg) dan 39,03% pada 10 Oktober 2026 (Slickcharts, sumber
sekunder) |
Kesehatan dan perumahan
Di bidang kesehatan, hambatannya bukan lagi menemukan
kandidat obat, melainkan membuktikannya pada manusia. AI mempercepat penemuan,
tetapi uji klinis tetap memakan waktu bertahun-tahun, sehingga manfaat pada
harapan hidup populasi akan lambat. Per Juli 2026 belum ada obat yang dirancang
AI yang memperoleh persetujuan FDA. Kandidat terdepan, rentosertib dari
Insilico untuk fibrosis paru idiopatik, baru memulai uji fase III pada 2026,
dan perusahaan sendiri menyebut tiga hingga empat tahun dari awal fase III
sampai persetujuan dalam kondisi yang menguntungkan. Saya tidak meramalkan
peremajaan sistemik atau "kecepatan lepas panjang umur" sebelum 2036.
Di bidang perumahan, teknologi konstruksi menurunkan biaya
bangunan, tetapi harga rumah di kota besar sebagian besar ditentukan oleh
tanah, zonasi, dan transportasi. Penghematan konstruksi akan hilang bila
pasokan di lokasi strategis tetap dibatasi.
Ramalan terukur:
|
Pernyataan |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Sedikitnya satu obat yang kandidatnya ditemukan terutama
melalui platform AI memperoleh persetujuan FDA pada akhir 2030 |
60% |
Data primer dan penilaian: belum ada persetujuan per Juli
2026; rentosertib memasuki fase III pada 2026; sekitar 15 program berbasis AI
berada di fase III (sumber sekunder) |
|
Hal yang sama pada akhir 2036 |
90% |
Penilaian murni |
|
Harapan hidup dunia (proyeksi PBB) naik kurang dari 3
tahun antara 2026 dan 2036 |
90% |
Data primer: PBB (WPP 2024) memproyeksikan 73,3 tahun pada
2024 dan sekitar 77,4 tahun pada 2054, atau rata-rata sekitar 1,4 tahun per
dekade |
|
Terapi peremajaan sistemik yang terbukti aman dan efektif
pada manusia tersedia luas pada 2036 |
3% |
Penilaian murni |
|
Rasio harga rumah terhadap pendapatan median nasional AS
(harga jual median Census atau NAR dibagi pendapatan median rumah tangga
Census) pada 2035 lebih rendah minimal 10% daripada 2025 |
40% |
Data primer dan penilaian: rasio sekitar 5,1 (sumber
sekunder; puncak 5,93 pada 2022); harga rumah baru turun lima kuartal
berturut-turut (Census) tetapi harga rumah lama mencapai rekor (NAR),
sedangkan pendapatan naik sekitar 4% setahun |
Kolom "dasar angka" menunjukkan mana yang berasal
dari data dan mana yang murni penilaian. Definisi "obat berbasis AI"
tidak baku, karena FDA tidak mengklasifikasikan persetujuan menurut penggunaan
AI. Karena itu, penilaian akhir harus memakai pelacak industri yang ditetapkan
sebelum persetujuan terjadi.
Geopolitik, keselamatan AI, dan risiko ekor
Tulisan awal hampir tidak memuat risiko yang dapat
membatalkan seluruh lintasan. Bagian ini memperbaikinya, karena ramalan sepuluh
tahun yang tidak memberi bobot pada guncangan besar akan tampak lebih yakin
daripada yang dibenarkan bukti.
Tiga guncangan paling penting bagi ramalan ini. Pertama,
gelembung investasi. Belanja modal pusat data lima perusahaan teknologi
terbesar melampaui US$400 miliar pada 2025 dan diperkirakan naik 75% pada 2026.
Bila pendapatan dari AI tidak menyusul, koreksi dapat memangkas belanja itu dan
memperlambat seluruh rantai pasok, tanpa berarti bahwa teknologinya gagal. IMF
sendiri menyatakan belum pasti apakah AI akan menaikkan produktivitas seperti
diharapkan atau justru memicu gelembung investasi (pembaruan Januari 2026,
menurut ringkasan Statista). Kedua, Taiwan: gangguan produksi semikonduktor di
sana akan memukul pasokan chip dunia. Ketiga, insiden keselamatan atau
penyalahgunaan AI yang cukup besar sehingga memicu pembatasan keras. Guncangan
eksternal juga bukan hipotesis semata: menurut ringkasan media atas laporan IMF
Oktober 2026, proyeksi pertumbuhan dunia 2026 turun menjadi 3,1% di tengah
tekanan harga energi dan konflik, dan IEA menerbitkan analisis tentang
perlindungan dari guncangan minyak pada Maret 2026.
Risiko "hilangnya kendali" atas sistem AI otonom
tidak dapat dikalibrasi secara jujur dengan data yang ada, sehingga saya tidak
memberi angka tunggal. Perlu dicatat bahwa METR pada 2026 sudah menjalankan
percobaan penilaian risiko misalignment pada agen yang dipakai di dalam
perusahaan AI terkemuka. Hal itu menunjukkan bahwa risiko ini cukup serius
untuk diuji, walaupun belum untuk disimpulkan.
Ramalan terukur:
|
Pernyataan |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Belanja modal pusat data lima perusahaan teknologi
terbesar turun minimal 30% dalam satu tahun dibanding tahun sebelumnya,
sebelum akhir 2031 |
20% |
Penilaian murni; latar: belanja lebih dari US$400 miliar
(2025) dan diperkirakan naik 75% (2026) menurut IEA |
|
Konflik atau blokade mengganggu ekspor semikonduktor
Taiwan minimal satu bulan sebelum akhir 2036 |
10% |
Penilaian murni; tidak dapat dikalibrasi dengan data |
|
Satu insiden terkait AI dinyatakan penyelidikan resmi
menyebabkan kerugian minimal US$10 miliar atau minimal 100 kematian sebelum
akhir 2036 |
12% |
Penilaian murni; tidak ada preseden yang dapat dijadikan
laju dasar |
|
Dunia mengalami sedikitnya satu tahun resesi global (PDB
riil per kapita dunia turun) pada 2027–2036 |
50% |
Laju dasar historis (dari ingatan): lima tahun resesi
global sejak 1975 |
Angka resesi global berjangkar pada laju dasar: kejadian
pada 1975, 1982, 1991, 2009, dan 2020 (daftar dari ingatan, belum saya
verifikasi pada IMF) menunjukkan kira-kira satu tahun resesi per sepuluh tahun,
dengan ketidakpastian besar karena kejadiannya jarang dan bergerombol.
Indonesia
Risiko utama bagi Indonesia bukan hilangnya pekerjaan secara
massal dan mendadak, melainkan pelebaran kesenjangan kualitas pekerjaan. Tenaga
kerja Indonesia sudah terbelah antara segmen formal berproduktivitas tinggi dan
segmen informal berupah rendah. AI memperlebar jarak itu dan mempersempit
tangga yang menghubungkannya.
Bukti struktural sudah ada. Ekonomi tumbuh 5,29% pada
kuartal II 2026, tetapi jumlah pekerja informal dan pekerja berusaha sendiri
bertambah, sementara pangsa informal nyaris tidak bergerak (59,42% pada
Februari dan 59,30% pada Mei 2026, menurut BPS). Manufaktur, yang menyumbang
18,5% PDB dan menyerap 13,5% tenaga kerja, melambat dari 5,04% menjadi 4,52%.
Pertanian, yang menyerap 28,78% tenaga kerja (BPS, Februari 2026), melambat
dari 4,97% menjadi 3,8%. Data BPS menunjukkan pola serupa: dari Februari 2025 ke
Februari 2026, pekerja formal bertambah 0,74 juta orang dan pekerja informal
1,16 juta orang, sehingga sektor informal menyerap sekitar 61% pertambahan
pekerja. Menurut pernyataan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional yang dikutip
media (ringkasan yang dibantu AI, belum saya cocokkan dengan sumber primer),
sekitar 80% lapangan kerja baru berada di sektor yang rata-rata berupah di
bawah upah minimum, dan pengangguran terdidik sekitar 25%. Laporan Global Risks
2026 dari WEF menempatkan ketiadaan peluang ekonomi sebagai risiko teratas
Indonesia untuk 2026–2028. Angka pengangguran terbuka yang rendah (4,68%)
menutupi semua ini, karena orang yang tidak punya pilihan bekerja di sektor
informal tidak tercatat sebagai penganggur.
AI menekan dua ujung tangga secara berbeda. Di ujung atas,
pekerjaan kantor pemula seperti administrasi, akuntansi dasar, dukungan
pelanggan, dan pemrograman dasar paling mudah diotomatisasi, padahal itulah
jalur masuk lulusan baru ke segmen formal. Di ujung bawah, pekerjaan fisik dan
layanan tatap muka terlindung dari AI dalam jangka menengah, tetapi upahnya
tidak terdorong naik oleh produktivitas AI. Robot humanoid belum relevan
sebelum 2030: harganya masih puluhan hingga ratusan juta rupiah per unit (model
termurah Unitree, R1, mulai sekitar US$4.900) dan keandalannya belum teruji,
sedangkan upah yang rendah mengurangi insentif otomatisasi fisik di Indonesia.
Kemampuan negara untuk meredam dampak itu terbatas. Rasio
perpajakan yang hanya 9,31% PDB pada 2025 (turun dari 10,08% pada 2024)
menyempitkan ruang membiayai jaminan sosial, pelatihan ulang, atau subsidi
transisi. Karena itu, perluasan perlindungan pendapatan di Indonesia
kemungkinan lebih lambat daripada di negara OECD, dan tekanan yang sama akan
jatuh pada keluarga serta sektor informal.
Ada juga peluang. Bila Indonesia dapat menyediakan listrik
yang andal dan murah, ia dapat menarik investasi pusat data, dan komoditas
seperti nikel serta tembaga tetap memiliki nilai strategis bagi baterai dan
jaringan listrik. Saya tidak memiliki data investasi pusat data Indonesia dari
pencarian ini, begitu pula untuk sektor alih daya dan pekerja lepas daring,
sehingga saya tidak memberi angka untuk keduanya.
Ramalan terukur:
|
Pernyataan |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
Pertumbuhan PDB riil rata-rata 2027–2036 antara 4,5% dan
5,5% |
65% |
Data primer: 5,03% (2024), 5,11% (2025), 5,61% (kuartal I
2026), 5,29% (kuartal II 2026) |
|
Pertumbuhan PDB riil rata-rata 2027–2036 di atas 5,5% |
10% |
Penilaian: hanya kuartal I 2026 yang melewati 5,5% dalam
data ini |
|
Pertumbuhan PDB riil rata-rata 2027–2036 di bawah 4,5% |
25% |
Penilaian: risiko fiskal dan pelemahan manufaktur serta
pertanian |
|
Pangsa pekerja informal (BPS) pada Februari 2036 minimal
55% |
80% |
Data primer: 59,4% pada Februari 2026 (87,74 juta dari
147,67 juta); informal menyerap sekitar 61% pertambahan pekerja setahun
terakhir, tetapi pangsanya turun tipis menjadi 59,30% pada Mei 2026 |
|
Tingkat pengangguran terbuka (BPS) pada Agustus 2035
antara 4,0% dan 6,0% |
75% |
Data primer: 4,68% (Februari 2026); 4,85% (Agustus 2025,
menurut Kontan) |
|
Rasio Gini (BPS) pada Maret 2035 lebih tinggi daripada
0,368 |
55% |
Data primer: 0,388 (Maret 2023), 0,363 (September 2025),
0,368 (Maret 2026); lintasannya tidak monoton |
|
Rasio perpajakan minimal 12% PDB pada 2036 |
20% |
Data primer dan penilaian: 9,31% (2025); target pemerintah
11–12% untuk 2026 belum terbukti dalam data |
|
Indonesia berstatus berpendapatan tinggi menurut Bank
Dunia pada 2036 |
3% |
Penilaian murni; ambang Bank Dunia dan pendapatan nasional
bruto per kapita tidak saya cari hari ini |
Angka PDB, pengangguran, dan informalitas berjangkar pada
laju 5% dan komposisi tenaga kerja 2025–2026. Angka Gini berasal dari rilis
BPS: 0,368 pada Maret 2026, naik dari 0,363 pada September 2025.
Skenario dan probabilitasnya
Lima skenario berikut saling meniadakan dan jumlah
probabilitasnya tepat 100%. Pembagian didasarkan pada penggerak dominan
lintasan 2026–2036, bukan pada satu angka tunggal.
|
Skenario |
Ciri utama |
Probabilitas |
Dasar angka |
|
A. Percepatan merata |
Produktivitas AS di atas 2,7% per tahun, pangsa tenaga
kerja relatif stabil, kebijakan distribusi efektif |
10% |
Penilaian murni; sejalan dengan peluang 33% produktivitas
di atas 2,5% |
|
B. Percepatan timpang (skenario dasar) |
Produktivitas 2,2–3,0%, pangsa tenaga kerja turun,
ketimpangan melebar, kebijakan menyesuaikan sebagian |
35% |
Penilaian murni; kelanjutan tren pangsa tenaga kerja BLS
yang sudah di rekor terendah |
|
C. Lonjakan dan dislokasi |
Produktivitas di atas 3,0% secara berkelanjutan,
penggantian pekerjaan cepat, krisis politik atas distribusi |
8% |
Penilaian murni; bagian dari peluang 15% produktivitas di
atas 3,0% |
|
D. Koreksi dan difusi lambat |
Koreksi investasi AI atau hambatan energi dan keandalan;
produktivitas umumnya di bawah 2,2% |
27% |
Penilaian murni; bukti: 89% eksekutif NBER belum melihat
dampak produktivitas |
|
E. Guncangan eksternal dominan |
Perang besar, krisis keuangan, atau insiden AI menentukan
lintasan, apa pun keadaan teknologinya |
20% |
Penilaian murni; selaras dengan probabilitas ekor di
bagian risiko |
Skenario dasar saya adalah B, tetapi dengan peluang hanya
35%; ini bukan pernyataan bahwa B kemungkinan besar. Bila digabung, peluang
bahwa dekade ini berakhir dengan dampak ekonomi jauh di bawah janji para
pendukung AI (D serta sebagian E) mendekati setengah. Peluang bahwa dampaknya
melampaui perkiraan umum (A dan C) hanya sekitar 18%.
Keterkaitan dengan angka produktivitas di atas: peluang
produktivitas AS di atas 3,0% (15%) berasal dari C serta sebagian kecil A dan
B. Peluang di bawah 1,5% (10%) terutama dari D dan E. Pemetaan ini kasar;
rentang skenario sengaja bertumpang tindih di tepinya.
Sumber penilaian dan tanggal evaluasi
Ramalan hanya berguna bila dapat dinilai. Tabel berikut
menetapkan data yang menjadi hakim setiap kelompok ramalan dan kapan penilaian
pertama dapat dilakukan.
|
Kelompok ramalan |
Sumber data penilai |
Penilaian pertama |
|
Waktu tugas agen AI |
METR,
Time Horizons atau penerusnya |
Akhir 2028 dan akhir 2031 |
|
Produktivitas AS |
BLS, Productivity and Costs |
Rilis kuartal IV 2035 (awal 2036) |
|
Pangsa tenaga kerja AS |
BLS, Productivity and Costs |
Awal 2036 |
|
Listrik pusat data |
Laporan IEA tentang energi dan AI |
2031 (data 2030) |
|
Pengiriman humanoid |
Laporan IFR dan lembaga riset independen |
2031 (data 2030) |
|
Belanja modal lima perusahaan terbesar |
Laporan keuangan perusahaan |
Setiap tahun hingga 2032 |
|
Resesi global, PDB dunia |
Basis data IMF World Economic Outlook |
2037 |
|
Ekonomi, pekerjaan, dan ketimpangan Indonesia |
BPS (Sakernas Februari dan Agustus, PDB triwulanan, Gini) |
Setiap tahun; penilaian akhir 2036 |
|
Kebijakan transfer, pajak AI, dan pendapatan dasar |
Laporan IMF dan OECD tentang kebijakan fiskal |
2032 dan 2036 |
Ramalan tentang kesehatan dan perumahan dinilai dengan basis
data FDA, PBB, dan lembaga statistik perumahan nasional pada tanggal yang
tercantum di bagian masing-masing.
Cara memutakhirkan ramalan
Saya akan mengubah probabilitas bila bukti baru bertentangan
dengannya, dan mengubahnya mendekati sebanding dengan kekuatan bukti itu.
Evaluasi sebaiknya dilakukan setiap Oktober, dengan skor Brier untuk
probabilitas biner agar akurasi dapat dibandingkan dari tahun ke tahun.
Beberapa kejadian akan menggeser keyakinan secara tajam
sebelum 2030. Bila produktivitas AS melampaui 3% selama tiga tahun
berturut-turut pada 2029, skenario A dan C naik dan D turun. Bila belanja modal
pusat data turun minimal 30% dalam satu tahun, skenario D naik tajam dan angka
robot serta listrik harus direvisi ke bawah. Bila pengiriman humanoid dunia
pada 2027 masih di bawah 40 ribu unit, angka 2030 harus turun. Bila agen AI
belum mencapai tugas sepekan kerja pada akhir 2028, angka kemampuan saya tidak
bertahan.
Batas yang perlu diakui: ramalan ini tidak bisa menjamin
keandalan. Angka kesehatan, perumahan, dan beberapa laju dasar berasal dari
ingatan dan penilaian, bukan dari pencarian hari ini. Sebagian sumber berupa
agregator. Probabilitas ekor, khususnya untuk konflik Taiwan dan insiden AI,
tidak dapat dikalibrasi dengan data yang cukup.
Bagi pembaca yang ingin menggunakan ramalan ini untuk
keputusan, kesimpulannya tidak bergantung pada skenario tertentu: keterampilan
yang melengkapi AI, pengetahuan bidang yang dalam, dan cadangan keuangan akan
berguna di semua skenario. Di Indonesia, mobilitas ke segmen formal akan
semakin ditentukan oleh kemampuan yang tidak mudah diotomatisasi dan oleh
jaringan serta kredensial, bukan oleh pekerjaan pemula yang kini menjadi tangga
masuk.
Sumber
Data dikumpulkan pada 21 Oktober 2026 melalui pencarian web.
Halaman METR, IFR, dan Federal Reserve saya buka penuh; BLS, BPS, NBER, dan PBB
saya baca dari kutipan hasil pencarian atas halaman resminya; IEA, IMF, dan
angka humanoid saya baca dari media atau pelacak pasar. Angka yang belum primer
perlu dicocokkan dengan sumbernya sebelum dikutip.
- METR,
Task-Completion Time Horizons
- METR, Frontier Risk Report (Februari–Maret 2026)
- Ringkasan
data METR (metavert.io)
- Reuters via KFGO, produktivitas AS kuartal II 2026
- BNP Paribas, produktivitas AS
- ai2.work, ringkasan studi NBER dan data The Fed (sumber
sekunder)
- IEA via Enlit, listrik pusat data 2025
- IEA via W.Media, proyeksi 2030
- Interesting Engineering, tinjauan realitas robot humanoid
- Stock News
(Smart Analytics Global), pengiriman humanoid semester I 2026 (sumber
sekunder)
- BPS, ekonomi Indonesia triwulan I 2026
- Bisnis, pertumbuhan 5,29% dan kualitas lapangan kerja
- Bisnis, pekerja informal dan ketimpangan
- Fortune IDN, peringatan Dewan Ekonomi Nasional
- Kontan, stagnasi ekonomi dan sektor informal
- Kontan, WEF Global Risks 2026 untuk Indonesia
Sumber primer tambahan yang dipakai pada verifikasi 21
Oktober 2026:
- NBER, Global Evidence on Business Use of AI
- Federal Reserve, Monitoring AI Adoption in the US Economy
- BLS, labor share terendah 52,8% pada kuartal II 2026
- IFR, Five Million Robots now Operate in Factories Globally
- PBB, World Population Prospects 2024: Key Messages
- BPS, Sakernas Februari 2026
- IEA,
Energy and AI

Comments
Post a Comment