Ramalan 2026–2036: AI, Robot, Kekayaan, dan Indonesia (Analisis Data Lengkap)

Ringkasan

Pada 2036, kemampuan AI hampir pasti jauh lebih tinggi daripada pada 2026, tetapi dampaknya pada produktivitas, upah, dan kekayaan akan lebih lambat dan lebih timpang daripada kemampuannya. Kemampuan teknis bergerak dalam hitungan bulan. Adopsi di perusahaan, pembangunan fisik, dan kebijakan publik bergerak dalam hitungan tahun.

Kesenjangan itu sudah terlihat. Waktu tugas yang dapat diselesaikan agen AI berlipat ganda kira-kira setiap 129 hari sejak 2023. Namun, survei NBER terhadap sekitar 6.000 eksekutif di empat negara menemukan bahwa 89% perusahaan tidak melihat dampak pada produktivitas, dan lebih dari 90% tidak melihat dampak pada lapangan kerja, selama tiga tahun terakhir. Produktivitas tenaga kerja Amerika Serikat naik 2,2% dalam setahun hingga kuartal II 2026, nyaris sama dengan rata-rata 2,1% sejak akhir 2019. Pada saat yang sama, pangsa pendapatan yang diterima tenaga kerja di sektor bisnis nonpertanian AS mencapai 52,8% pada kuartal II 2026, terendah sejak pencatatan dimulai pada 1947.

Angka titik utama ramalan ini adalah sebagai berikut. Produktivitas AS rata-rata 2026–2035 bermedian 2,3% per tahun, dengan peluang di atas 3% hanya 15%. Konsumsi listrik pusat data dunia pada 2030 sekitar 900 terawatt-jam. Pengiriman robot humanoid tahunan pada 2030 sekitar 300 ribu unit dengan definisi pengiriman IFR, bukan jutaan. Untuk Indonesia, pertumbuhan tetap sekitar 5% dan pekerja informal tetap lebih dari 55% tenaga kerja.

Setiap probabilitas di sini berupa satu angka yang dapat dinyatakan salah. Seluruhnya adalah penilaian saya, bukan keluaran model terkalibrasi. Karena itu, klaim yang dapat saya pertanggungjawabkan lebih sempit daripada "ramalan ini pasti benar": angka-angka ini berjangkar pada data per Oktober 2026 dan laju dasar historis, serta disusun dengan ambang dan tanggal agar kekeliruannya dapat diketahui. Berbeda dari tulisan awal, probabilitas untuk ekor distribusi (gelembung investasi, konflik Taiwan, insiden AI) dinyatakan eksplisit. Setiap tabel ramalan memuat kolom "dasar angka" yang membedakan data primer, laju dasar historis, dan penilaian murni, sehingga pembaca dapat melihat angka mana yang kuat dan mana yang lemah.

Titik awal: data per Oktober 2026

Ramalan yang baik dimulai dari posisi sekarang, bukan dari cerita. Tabel berikut memuat angka dasar yang menjadi jangkar semua probabilitas di bawah.

Indikator

Nilai terakhir

Sumber

Waktu tugas agen AI pada keberhasilan 50% (METR)

Sekitar 12 jam untuk Claude Opus 4.6 (Februari 2026); versi awal Claude Mythos Preview setidaknya 16 jam, di batas yang dapat diukur. Waktu penggandaan sejak 2023 sekitar 129 hari (angka dari ringkasan sekunder atas data METR). METR menyatakan pengukuran di atas 16 jam tidak andal, dan halamannya tidak lagi diperbarui sejak 8 September 2026.

METR, ringkasan data

Produktivitas tenaga kerja AS

Kuartal II 2026: +1,4% (anualisasi) dan +2,2% setahun; selama lima kuartal terakhir 2,1–2,9% setahun; keluaran +2,5% dan jam kerja +0,2% setahun; rata-rata 2,1% sejak kuartal IV 2019

BLS, FRED, Reuters via KFGO

Pangsa tenaga kerja dalam output, sektor bisnis nonpertanian AS

52,8% pada kuartal II 2026 (53,6% pada kuartal I), terendah sejak pencatatan dimulai pada 1947

BLS

Adopsi dan dampak terukur AI di perusahaan

Survei NBER (sekitar 6.000 eksekutif, empat negara): 69% perusahaan memakai AI; 89% tidak melihat dampak pada produktivitas dan lebih dari 90% tidak melihat dampak pada lapangan kerja dalam tiga tahun terakhir; eksekutif memperkirakan produktivitas naik 1,4% dan lapangan kerja turun 0,7% dalam tiga tahun ke depan. Catatan Federal Reserve (April 2026): hanya sekitar 18% perusahaan memakai AI bila dihitung per perusahaan, tetapi 78% tenaga kerja bekerja di perusahaan pengguna AI (dibobot jumlah pekerja, dan Fed menyebutnya batas atas), serta 41% pekerja memakai AI generatif untuk pekerjaan (November 2025)

CIO, The Register

Listrik pusat data dunia

Sekitar 485 terawatt-jam (2025), diproyeksikan sekitar 950 terawatt-jam pada 2030 (sekitar 3% listrik dunia); naik 17% pada 2025, pusat data berfokus AI naik 50%, listrik dunia naik 3%; belanja modal lima perusahaan teknologi terbesar lebih dari US$400 miliar pada 2025 dan diperkirakan naik 75% pada 2026

IEA via Enlit

Pertumbuhan PDB dunia

3,5% (2025), 3,1% (2026), 3,4% (2027), menurut ringkasan media atas World Economic Outlook IMF Oktober 2026

Eurometal

Robot humanoid

IFR: sekitar 7.000 unit terjual pada 2025 untuk industri dan jasa profesional (tanpa konsumen dan militer), banyak untuk riset dan pengumpulan data. Pelacak pasar dengan definisi lebih luas: 13.000–16.000 unit (2025) dan sekitar 19.100 unit pada semester I 2026, lebih dari 97% dari pabrikan Tiongkok. Unitree 5.500 unit (2025); Tesla belum mengungkap unit produksi terverifikasi per 22 Juli 2026

TechRepublic (Reuters), Interesting Engineering, Stock News

Ekonomi Indonesia

PDB: 5,11% (2025), 5,61% (kuartal I 2026), 5,29% (kuartal II 2026); pengangguran terbuka 4,68% pada Februari 2026 dari angkatan kerja 154,91 juta orang

BPS, Bisnis

Struktur kerja dan ketimpangan Indonesia

Pekerja informal 87,74 juta dari 147,67 juta penduduk bekerja (59,4%) pada Februari 2026; rasio perpajakan 9,31% PDB pada 2025 (10,08% pada 2024); rasio Gini 0,368 pada Maret 2026 (0,363 pada September 2025)

BPS, Bisnis, Kontan

Pola yang menonjol: kemampuan agen AI melonjak dan pangsa tenaga kerja mencapai rekor terendah, sementara produktivitas agregat AS bergerak pada kisaran dasarnya. Status verifikasi pada 21 Oktober 2026: angka BLS (pangsa tenaga kerja dan produktivitas), BPS, NBER, Federal Reserve, dan IFR (robot industri) saya cocokkan dengan halaman resmi lembaganya atau kutipan darinya. Angka waktu tugas METR (12 jam, 16 jam, penggandaan 129 hari), proyeksi IEA untuk 2030, proyeksi IMF Oktober 2026, dan angka robot humanoid masih berasal dari media atau pelacak pasar yang mengutip sumber itu, sehingga lebih lemah.

Kemampuan AI hingga 2036 dan batasnya

Dalam hal kemampuan, saya sengaja tidak mengambil posisi tengah yang aman. Selama tiga tahun terakhir, tren waktu tugas METR terbukti lebih cepat daripada perkiraan hati-hati. Doktrin "tren pasti melambat" sudah beberapa kali keliru, sehingga untuk kemampuan teknis saya condong tidak meremehkan.

Ada tiga batas yang tetap harus diperhitungkan. Pertama, ukuran METR mulai jenuh: lembaga itu sendiri menyatakan hasil di atas 16 jam tidak andal, dan sebagian kegagalan agen terbaik berasal dari kecurangan, bukan ketidakmampuan. Kedua, waktu tugas pada keberhasilan 50% tidak berarti tugas sepanjang itu dapat didelegasikan; pada keandalan 80% angkanya jauh lebih pendek. Tugas dalam suite METR juga lebih bersih dan lebih terdefinisi daripada pekerjaan nyata, dan lebih mencerminkan apa yang dapat dikerjakan pekerja berkonteks rendah (karyawan baru atau kontraktor) dalam durasi itu. Ketiga, kemajuan paling cepat terjadi pada tugas yang hasilnya mudah diverifikasi, seperti pemrograman. Tugas terbuka dengan tolok ukur yang kabur, seperti memimpin proyek lintas organisasi, belum menunjukkan laju yang sama.

Karena itu ramalan saya membedakan kemampuan dari penerapan. Penerapan bergantung pada keandalan, tanggung jawab hukum, dan biaya verifikasi, bukan hanya pada kemampuan puncak.

Ramalan terukur:

Pernyataan

Probabilitas

Dasar angka

Pada akhir 2028, setidaknya satu agen AI yang tersedia untuk publik menyelesaikan tugas perangkat lunak yang memerlukan satu minggu kerja ahli manusia (40 jam) dengan keberhasilan minimal 50% pada evaluasi independen

70%

Data primer dan penilaian: METR mengukur sekitar 12 jam (Februari 2026) hingga setidaknya 16 jam (Mei 2026); laju penggandaan memberi ruang besar, tetapi tolok ukurnya sudah jenuh

Pada akhir 2031, agen mencapai keberhasilan minimal 80% pada tugas setara 8 jam kerja ahli di sedikitnya lima domain di luar perangkat lunak

55%

Penilaian murni; METR menemukan tren eksponensial serupa di domain lain, tetapi dengan angka mutlak yang berbeda

Pada 2029, waktu penggandaan kemampuan lebih pendek dari 100 hari

20%

Penilaian murni; METR mengantisipasi kemungkinan percepatan karena AI mempercepat riset AI

Pada 2029, waktu penggandaan lebih panjang dari 200 hari

35%

Penilaian murni; berarti kembali mendekati laju sebelum 2024 (sekitar tujuh bulan)

Pada 2029, waktu penggandaan antara 100 dan 200 hari (laju sekarang sekitar 129 hari)

45%

Sisa probabilitas

Produktivitas dan pertumbuhan ekonomi

Produktivitas AS rata-rata 2026–2035 bermedian 2,3% per tahun, hanya sedikit di atas rata-rata 2,1% sejak 2019. Saya menolak klaim bahwa AI akan segera menggandakan pertumbuhan, dan sama kerasnya menolak klaim bahwa AI tidak berdampak.

Alasannya ada pada bukti campuran. Di satu sisi, produktivitas setahun hingga kuartal II 2026 naik 2,2%, dengan keluaran bertambah 2,5% dan jam kerja hanya 0,2% (BLS), dan selama lima kuartal terakhir selalu berada di atas 2,0%. Di sisi lain, perusahaan sendiri belum melihat dampaknya: dalam survei NBER, 89% eksekutif tidak melihat perubahan produktivitas (diukur sebagai penjualan per karyawan) selama tiga tahun terakhir, sementara mereka memperkirakan kenaikan rata-rata 1,4% dalam tiga tahun ke depan. The Fed menaikkan proyeksi median pertumbuhan jangka panjang menjadi 2,0%, sedangkan CBO menyebut kontribusi AI generatif "modest" dalam proyeksi sepuluh tahunnya.

Preseden sejarah mendukung kehati-hatian pada laju tetapi bukan pada arah. Listrik dan teknologi informasi memerlukan satu hingga dua dekade sampai perusahaan menata ulang proses kerja. Ledakan produktivitas AS 1995–2004 mencapai sekitar 3% per tahun, tetapi baru terjadi sekitar satu dekade setelah komputer pribadi meluas.

Ramalan terukur (rata-rata tahunan produktivitas tenaga kerja sektor bisnis nonpertanian AS, 2026–2035, data BLS):

Ambang (rata-rata tahunan 2026–2035)

Probabilitas

Dasar angka

Di atas 2,0%

65%

Data primer: BLS mencatat 2,1–2,9% setahun selama lima kuartal terakhir dan rata-rata 2,1% sejak 2019

Di atas 2,5%

33%

Penilaian: batas atas lima kuartal terakhir mencapai 2,9%, tetapi survei NBER menunjukkan dampak di perusahaan belum terlihat

Di atas 3,0%

15%

Laju dasar historis (dari ingatan): hanya periode 1995–2004 yang mendekati 3%

Di bawah 1,5%

10%

Laju dasar historis (dari ingatan): kira-kira laju 2005–2019

Untuk dunia, saya memberi peluang 70% bahwa pertumbuhan PDB riil dunia rata-rata 2027–2036 berada di antara 2,5% dan 3,5% (IMF memproyeksikan 3,1% pada 2026 dan 3,4% pada 2027 setelah 3,5% pada 2025, menurut ringkasan media atas laporan Oktober 2026). Pertumbuhan di atas 3,5% diberi 15% dan di bawah 2,5% diberi 15%.

Robot dan dunia fisik

Robot humanoid akan tumbuh cepat dari basis kecil, tetapi pada 2030 jumlahnya masih ratusan ribu unit per tahun, bukan jutaan. Angka dasarnya masih diperdebatkan. IFR mencatat sekitar 7.000 unit terjual pada 2025 untuk penggunaan industri dan jasa profesional (tanpa konsumen dan militer), dan IFR sendiri menyebut banyak unit dibeli untuk riset atau pengumpulan data, bukan kerja produktif. Pelacak pasar dengan definisi lebih luas menghitung 13.000–16.000 unit pada 2025 dan sekitar 19.100 unit hanya pada semester I 2026. Jika laju kenaikan beberapa kali lipat per tahun melambat bertahap, jumlah dengan definisi IFR mencapai sekitar 300 ribu unit pada 2030. Perkiraan Bank of America sebesar 1,2 juta unit pada 2030 jauh di atas itu, dan saya memberinya bobot rendah.

Sebagai pembanding, robot industri sudah menjadi industri matang. IFR mencatat stok 5 juta unit pada 2025 (naik 9%) dengan pemasangan baru lebih dari 600.000 unit (naik 11%), 59% di antaranya di Tiongkok, dan memperkirakan 655.000 unit pada 2026 serta 806.000 unit pada 2029. Pertumbuhan dua digit pada basis besar itu berbeda dari lonjakan humanoid pada basis yang sangat kecil, dan IFR sendiri tidak menyajikan angka pengiriman humanoid dalam rilis tersebut.

Perhitungan itu sejalan dengan bukti yang ada. Unitree sendiri memperkirakan 76 ribu unit pada 2027 dan 502 ribu unit pada 2032. Musk mengakui Optimus "produk tersulit untuk diproduksi massal" karena tidak ada rantai pasok yang siap. Figure dan Agility baru mengirim sekitar 150 unit masing-masing pada 2025. Hambatan utamanya adalah "otak" (kecakapan manipulasi dan keandalan), bukan perangkat keras, sebagaimana diakui pimpinan Unitree.

Keunggulan Tiongkok pada volume dan harga (Unitree R1 mulai US$4.900) kemungkinan bertahan. Artinya, dinamika robotika akan berkaitan erat dengan kebijakan perdagangan dan keamanan, tidak hanya dengan teknologi.

Untuk rumah tangga, hambatannya lebih berat daripada untuk pabrik: lingkungan tidak terstruktur, risiko cedera, dan biaya perawatan. Saya memberi probabilitas rendah pada robot rumah tangga serbaguna sebelum 2036.

Ramalan terukur:

Pernyataan (hitungan menurut definisi IFR)

Probabilitas

Dasar angka

Pengiriman humanoid dunia pada 2030 minimal 100.000 unit

75%

Data primer dan penilaian: IFR mencatat sekitar 7.000 unit (2025); butuh pertumbuhan sekitar 70% per tahun, sedangkan pelacak pasar mencatat 19.100 unit hanya pada semester I 2026

Pengiriman humanoid dunia pada 2030 minimal 500.000 unit

25%

Penilaian murni; perkiraan Bank of America 1,2 juta unit adalah batas atas yang saya beri bobot rendah

Pengiriman humanoid dunia pada 2030 minimal 1 juta unit

10%

Penilaian murni

Pengiriman humanoid dunia pada 2036 minimal 2 juta unit

40%

Penilaian murni; tidak ada data tahun itu

Pabrikan Tiongkok menyumbang minimal 70% pengiriman humanoid dunia pada 2030

70%

Data pelacak pasar (lebih dari 97% pada semester I 2026, sumber sekunder) dan penilaian bahwa pangsa itu akan turun

Sebelum 2036, ada robot humanoid berharga di bawah US$20.000 yang terbukti dalam uji independen mengerjakan minimal lima tugas rumah tangga secara mandiri, dan terjual minimal 100.000 unit dalam satu tahun

10%

Penilaian murni; IFR menyebut banyak unit 2025 belum bekerja produktif

Energi dan komputasi

Listrik adalah batas paling konkret bagi laju AI hingga 2030, dan batas itu sudah terasa. Menurut IEA, konsumsi listrik pusat data naik 17% pada 2025, lima kali lebih cepat daripada permintaan listrik dunia, dan pusat data berfokus AI naik 50%. Proyek yang menumpuk juga menahan sambungan jaringan dan perizinan, sehingga banyak pengembang beralih ke pembangkit gas di lokasi.

Patokan saya adalah proyeksi IEA: konsumsi pusat data naik dari sekitar 485 terawatt-jam pada 2025 menjadi sekitar 950 terawatt-jam pada 2030 (sekitar 3% listrik dunia), dengan konsumsi pusat data berfokus AI naik tiga kali lipat menjadi sekitar 465 terawatt-jam. Saya menganggap angka itu masuk akal, dengan ketidakpastian dua arah. Ke atas, belanja modal terus naik dan efisiensi chip dapat memicu permintaan yang lebih besar (efek pantul). Ke bawah, penambahan kapasitas terhambat jaringan listrik, dan koreksi investasi dapat menunda proyek.

Konsekuensi ekonominya lebih penting daripada angkanya. Bila listrik, chip, dan lahan pusat data menjadi hambatan yang langka, sebagian besar keuntungan dari AI akan mengalir kepada pemilik hambatan itu, bukan kepada pembuat model yang mudah ditiru.

Ramalan terukur:

Pernyataan

Probabilitas

Dasar angka

Konsumsi listrik pusat data dunia pada 2030 antara 750 dan 1.100 terawatt-jam

70%

Data primer (ringkasan IEA oleh media): sekitar 485 terawatt-jam (2025) menjadi sekitar 950 terawatt-jam (2030)

Konsumsi pada 2030 di atas 1.100 terawatt-jam

15%

Penilaian: belanja modal naik 75% pada 2026 dan efek pantul dari penggunaan agen AI

Konsumsi pada 2030 di bawah 750 terawatt-jam

15%

Penilaian: hambatan jaringan listrik dan kemungkinan koreksi investasi

Antrean sambungan jaringan atau kekurangan daya menunda sebagian besar proyek pusat data di setidaknya tiga wilayah besar pada 2030

80%

Data primer (ringkasan IEA oleh media): penundaan sambungan jaringan dan perizinan sudah tercatat pada 2026

Pembangkit fusi memasok minimal 1 gigawatt listrik ke jaringan komersial pada akhir 2036

2%

Penilaian murni berdasarkan tahap teknologi; tidak ada data yang saya cari

Peluang fusi sengaja jauh lebih rendah daripada angka 10–25% pada tulisan awal. Fusi harus melewati demonstrasi energi neto, kelayakan pembangkit, izin, dan produksi massal; tidak satu pun dari tahap itu dapat dilewati dalam satu dekade dengan keyakinan tinggi.

Pekerjaan, upah, dan distribusi kekayaan

Ketimpangan akan melebar bukan karena pekerja kehilangan semua pekerjaan, melainkan karena daya tawar bergeser. Pekerjaan kantor tingkat pemula paling dahulu terpengaruh, sebab tugasnya paling mudah dirumuskan dan diverifikasi. Gejalanya sudah muncul pada tingkat agregat: pangsa pendapatan yang diterima tenaga kerja di sektor bisnis nonpertanian AS turun ke 52,8% pada kuartal II 2026, terendah sejak pencatatan BLS dimulai pada 1947, ketika keluaran naik 2,5% setahun dan jam kerja hanya 0,2%. Saya belum memiliki bukti bahwa AI penyebab utamanya; penurunan itu sudah berlangsung sejak awal abad ke-21.

Laba dari otomatisasi cenderung mengalir ke tiga kelompok. Pertama, pemilik hambatan yang langka, yaitu listrik, chip, dan lokasi pusat data. Kedua, pemilik modal dalam perusahaan yang berhasil merombak proses kerjanya. Ketiga, pekerja yang keterampilannya melengkapi mesin. Persaingan dan model terbuka dapat menekan margin pembuat model, tetapi tidak menurunkan harga listrik atau tanah.

Saya tidak meramalkan hilangnya mayoritas pekerjaan. Pekerjaan terdiri atas banyak tugas, dan tanggung jawab hukum, kepercayaan, serta kerja di lingkungan fisik yang tidak terstruktur memperlambat penggantian. Namun, "pekerjaan masih ada" bukan ukuran yang cukup. Yang perlu diperiksa adalah pangsa pendapatan yang diterima tenaga kerja dan kualitas pekerjaan.

Kebijakan akan merespons lebih lambat daripada pasar. Pendapatan dasar universal penuh sangat jarang menjadi pilihan; yang lebih mungkin adalah perluasan bertahap transfer, asuransi pengangguran, dan pajak atas keuntungan atau modal.

Ramalan terukur:

Pernyataan

Probabilitas

Dasar angka

Pangsa tenaga kerja dalam output sektor bisnis nonpertanian AS (BLS) pada kuartal IV 2035 di bawah 51,0% (kuartal II 2026: 52,8%, terendah sepanjang pencatatan)

40%

Data primer dan penilaian: tren turun sejak awal abad ke-21 sudah tercatat BLS; tambahan penurunan 1,8 poin dalam sembilan tahun masuk akal tetapi tidak pasti

Mayoritas pekerjaan di dunia hilang sebelum 2036

di bawah 1%

Penilaian murni; eksekutif dalam survei NBER memperkirakan penurunan lapangan kerja hanya 0,7% dalam tiga tahun

Sedikitnya satu ekonomi besar G20 memperluas belanja jaminan pendapatan minimal 1 poin persentase PDB sebagai respons yang diakui terhadap otomatisasi

40%

Penilaian murni

Sedikitnya satu negara G20 memberlakukan pajak atau pungutan yang secara eksplisit dikaitkan dengan AI atau otomatisasi sebelum 2032

25%

Penilaian murni

Sebuah negara G20 memberlakukan pembayaran tunai tanpa syarat nasional bagi seluruh orang dewasa sebelum 2036

6%

Penilaian dan laju dasar: sejauh yang saya ketahui belum ada preseden

Sepuluh perusahaan terbesar masih menyumbang lebih dari 30% kapitalisasi indeks S&P 500 pada akhir 2030

80%

Data primer: sekitar 39% pada Maret 2026 (Apollo/Bloomberg) dan 39,03% pada 10 Oktober 2026 (Slickcharts, sumber sekunder)

Kesehatan dan perumahan

Di bidang kesehatan, hambatannya bukan lagi menemukan kandidat obat, melainkan membuktikannya pada manusia. AI mempercepat penemuan, tetapi uji klinis tetap memakan waktu bertahun-tahun, sehingga manfaat pada harapan hidup populasi akan lambat. Per Juli 2026 belum ada obat yang dirancang AI yang memperoleh persetujuan FDA. Kandidat terdepan, rentosertib dari Insilico untuk fibrosis paru idiopatik, baru memulai uji fase III pada 2026, dan perusahaan sendiri menyebut tiga hingga empat tahun dari awal fase III sampai persetujuan dalam kondisi yang menguntungkan. Saya tidak meramalkan peremajaan sistemik atau "kecepatan lepas panjang umur" sebelum 2036.

Di bidang perumahan, teknologi konstruksi menurunkan biaya bangunan, tetapi harga rumah di kota besar sebagian besar ditentukan oleh tanah, zonasi, dan transportasi. Penghematan konstruksi akan hilang bila pasokan di lokasi strategis tetap dibatasi.

Ramalan terukur:

Pernyataan

Probabilitas

Dasar angka

Sedikitnya satu obat yang kandidatnya ditemukan terutama melalui platform AI memperoleh persetujuan FDA pada akhir 2030

60%

Data primer dan penilaian: belum ada persetujuan per Juli 2026; rentosertib memasuki fase III pada 2026; sekitar 15 program berbasis AI berada di fase III (sumber sekunder)

Hal yang sama pada akhir 2036

90%

Penilaian murni

Harapan hidup dunia (proyeksi PBB) naik kurang dari 3 tahun antara 2026 dan 2036

90%

Data primer: PBB (WPP 2024) memproyeksikan 73,3 tahun pada 2024 dan sekitar 77,4 tahun pada 2054, atau rata-rata sekitar 1,4 tahun per dekade

Terapi peremajaan sistemik yang terbukti aman dan efektif pada manusia tersedia luas pada 2036

3%

Penilaian murni

Rasio harga rumah terhadap pendapatan median nasional AS (harga jual median Census atau NAR dibagi pendapatan median rumah tangga Census) pada 2035 lebih rendah minimal 10% daripada 2025

40%

Data primer dan penilaian: rasio sekitar 5,1 (sumber sekunder; puncak 5,93 pada 2022); harga rumah baru turun lima kuartal berturut-turut (Census) tetapi harga rumah lama mencapai rekor (NAR), sedangkan pendapatan naik sekitar 4% setahun

Kolom "dasar angka" menunjukkan mana yang berasal dari data dan mana yang murni penilaian. Definisi "obat berbasis AI" tidak baku, karena FDA tidak mengklasifikasikan persetujuan menurut penggunaan AI. Karena itu, penilaian akhir harus memakai pelacak industri yang ditetapkan sebelum persetujuan terjadi.

Geopolitik, keselamatan AI, dan risiko ekor

Tulisan awal hampir tidak memuat risiko yang dapat membatalkan seluruh lintasan. Bagian ini memperbaikinya, karena ramalan sepuluh tahun yang tidak memberi bobot pada guncangan besar akan tampak lebih yakin daripada yang dibenarkan bukti.

Tiga guncangan paling penting bagi ramalan ini. Pertama, gelembung investasi. Belanja modal pusat data lima perusahaan teknologi terbesar melampaui US$400 miliar pada 2025 dan diperkirakan naik 75% pada 2026. Bila pendapatan dari AI tidak menyusul, koreksi dapat memangkas belanja itu dan memperlambat seluruh rantai pasok, tanpa berarti bahwa teknologinya gagal. IMF sendiri menyatakan belum pasti apakah AI akan menaikkan produktivitas seperti diharapkan atau justru memicu gelembung investasi (pembaruan Januari 2026, menurut ringkasan Statista). Kedua, Taiwan: gangguan produksi semikonduktor di sana akan memukul pasokan chip dunia. Ketiga, insiden keselamatan atau penyalahgunaan AI yang cukup besar sehingga memicu pembatasan keras. Guncangan eksternal juga bukan hipotesis semata: menurut ringkasan media atas laporan IMF Oktober 2026, proyeksi pertumbuhan dunia 2026 turun menjadi 3,1% di tengah tekanan harga energi dan konflik, dan IEA menerbitkan analisis tentang perlindungan dari guncangan minyak pada Maret 2026.

Risiko "hilangnya kendali" atas sistem AI otonom tidak dapat dikalibrasi secara jujur dengan data yang ada, sehingga saya tidak memberi angka tunggal. Perlu dicatat bahwa METR pada 2026 sudah menjalankan percobaan penilaian risiko misalignment pada agen yang dipakai di dalam perusahaan AI terkemuka. Hal itu menunjukkan bahwa risiko ini cukup serius untuk diuji, walaupun belum untuk disimpulkan.

Ramalan terukur:

Pernyataan

Probabilitas

Dasar angka

Belanja modal pusat data lima perusahaan teknologi terbesar turun minimal 30% dalam satu tahun dibanding tahun sebelumnya, sebelum akhir 2031

20%

Penilaian murni; latar: belanja lebih dari US$400 miliar (2025) dan diperkirakan naik 75% (2026) menurut IEA

Konflik atau blokade mengganggu ekspor semikonduktor Taiwan minimal satu bulan sebelum akhir 2036

10%

Penilaian murni; tidak dapat dikalibrasi dengan data

Satu insiden terkait AI dinyatakan penyelidikan resmi menyebabkan kerugian minimal US$10 miliar atau minimal 100 kematian sebelum akhir 2036

12%

Penilaian murni; tidak ada preseden yang dapat dijadikan laju dasar

Dunia mengalami sedikitnya satu tahun resesi global (PDB riil per kapita dunia turun) pada 2027–2036

50%

Laju dasar historis (dari ingatan): lima tahun resesi global sejak 1975

Angka resesi global berjangkar pada laju dasar: kejadian pada 1975, 1982, 1991, 2009, dan 2020 (daftar dari ingatan, belum saya verifikasi pada IMF) menunjukkan kira-kira satu tahun resesi per sepuluh tahun, dengan ketidakpastian besar karena kejadiannya jarang dan bergerombol.

Indonesia

Risiko utama bagi Indonesia bukan hilangnya pekerjaan secara massal dan mendadak, melainkan pelebaran kesenjangan kualitas pekerjaan. Tenaga kerja Indonesia sudah terbelah antara segmen formal berproduktivitas tinggi dan segmen informal berupah rendah. AI memperlebar jarak itu dan mempersempit tangga yang menghubungkannya.

Bukti struktural sudah ada. Ekonomi tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026, tetapi jumlah pekerja informal dan pekerja berusaha sendiri bertambah, sementara pangsa informal nyaris tidak bergerak (59,42% pada Februari dan 59,30% pada Mei 2026, menurut BPS). Manufaktur, yang menyumbang 18,5% PDB dan menyerap 13,5% tenaga kerja, melambat dari 5,04% menjadi 4,52%. Pertanian, yang menyerap 28,78% tenaga kerja (BPS, Februari 2026), melambat dari 4,97% menjadi 3,8%. Data BPS menunjukkan pola serupa: dari Februari 2025 ke Februari 2026, pekerja formal bertambah 0,74 juta orang dan pekerja informal 1,16 juta orang, sehingga sektor informal menyerap sekitar 61% pertambahan pekerja. Menurut pernyataan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional yang dikutip media (ringkasan yang dibantu AI, belum saya cocokkan dengan sumber primer), sekitar 80% lapangan kerja baru berada di sektor yang rata-rata berupah di bawah upah minimum, dan pengangguran terdidik sekitar 25%. Laporan Global Risks 2026 dari WEF menempatkan ketiadaan peluang ekonomi sebagai risiko teratas Indonesia untuk 2026–2028. Angka pengangguran terbuka yang rendah (4,68%) menutupi semua ini, karena orang yang tidak punya pilihan bekerja di sektor informal tidak tercatat sebagai penganggur.

AI menekan dua ujung tangga secara berbeda. Di ujung atas, pekerjaan kantor pemula seperti administrasi, akuntansi dasar, dukungan pelanggan, dan pemrograman dasar paling mudah diotomatisasi, padahal itulah jalur masuk lulusan baru ke segmen formal. Di ujung bawah, pekerjaan fisik dan layanan tatap muka terlindung dari AI dalam jangka menengah, tetapi upahnya tidak terdorong naik oleh produktivitas AI. Robot humanoid belum relevan sebelum 2030: harganya masih puluhan hingga ratusan juta rupiah per unit (model termurah Unitree, R1, mulai sekitar US$4.900) dan keandalannya belum teruji, sedangkan upah yang rendah mengurangi insentif otomatisasi fisik di Indonesia.

Kemampuan negara untuk meredam dampak itu terbatas. Rasio perpajakan yang hanya 9,31% PDB pada 2025 (turun dari 10,08% pada 2024) menyempitkan ruang membiayai jaminan sosial, pelatihan ulang, atau subsidi transisi. Karena itu, perluasan perlindungan pendapatan di Indonesia kemungkinan lebih lambat daripada di negara OECD, dan tekanan yang sama akan jatuh pada keluarga serta sektor informal.

Ada juga peluang. Bila Indonesia dapat menyediakan listrik yang andal dan murah, ia dapat menarik investasi pusat data, dan komoditas seperti nikel serta tembaga tetap memiliki nilai strategis bagi baterai dan jaringan listrik. Saya tidak memiliki data investasi pusat data Indonesia dari pencarian ini, begitu pula untuk sektor alih daya dan pekerja lepas daring, sehingga saya tidak memberi angka untuk keduanya.

Ramalan terukur:

Pernyataan

Probabilitas

Dasar angka

Pertumbuhan PDB riil rata-rata 2027–2036 antara 4,5% dan 5,5%

65%

Data primer: 5,03% (2024), 5,11% (2025), 5,61% (kuartal I 2026), 5,29% (kuartal II 2026)

Pertumbuhan PDB riil rata-rata 2027–2036 di atas 5,5%

10%

Penilaian: hanya kuartal I 2026 yang melewati 5,5% dalam data ini

Pertumbuhan PDB riil rata-rata 2027–2036 di bawah 4,5%

25%

Penilaian: risiko fiskal dan pelemahan manufaktur serta pertanian

Pangsa pekerja informal (BPS) pada Februari 2036 minimal 55%

80%

Data primer: 59,4% pada Februari 2026 (87,74 juta dari 147,67 juta); informal menyerap sekitar 61% pertambahan pekerja setahun terakhir, tetapi pangsanya turun tipis menjadi 59,30% pada Mei 2026

Tingkat pengangguran terbuka (BPS) pada Agustus 2035 antara 4,0% dan 6,0%

75%

Data primer: 4,68% (Februari 2026); 4,85% (Agustus 2025, menurut Kontan)

Rasio Gini (BPS) pada Maret 2035 lebih tinggi daripada 0,368

55%

Data primer: 0,388 (Maret 2023), 0,363 (September 2025), 0,368 (Maret 2026); lintasannya tidak monoton

Rasio perpajakan minimal 12% PDB pada 2036

20%

Data primer dan penilaian: 9,31% (2025); target pemerintah 11–12% untuk 2026 belum terbukti dalam data

Indonesia berstatus berpendapatan tinggi menurut Bank Dunia pada 2036

3%

Penilaian murni; ambang Bank Dunia dan pendapatan nasional bruto per kapita tidak saya cari hari ini

Angka PDB, pengangguran, dan informalitas berjangkar pada laju 5% dan komposisi tenaga kerja 2025–2026. Angka Gini berasal dari rilis BPS: 0,368 pada Maret 2026, naik dari 0,363 pada September 2025.

Skenario dan probabilitasnya

Lima skenario berikut saling meniadakan dan jumlah probabilitasnya tepat 100%. Pembagian didasarkan pada penggerak dominan lintasan 2026–2036, bukan pada satu angka tunggal.

Skenario

Ciri utama

Probabilitas

Dasar angka

A. Percepatan merata

Produktivitas AS di atas 2,7% per tahun, pangsa tenaga kerja relatif stabil, kebijakan distribusi efektif

10%

Penilaian murni; sejalan dengan peluang 33% produktivitas di atas 2,5%

B. Percepatan timpang (skenario dasar)

Produktivitas 2,2–3,0%, pangsa tenaga kerja turun, ketimpangan melebar, kebijakan menyesuaikan sebagian

35%

Penilaian murni; kelanjutan tren pangsa tenaga kerja BLS yang sudah di rekor terendah

C. Lonjakan dan dislokasi

Produktivitas di atas 3,0% secara berkelanjutan, penggantian pekerjaan cepat, krisis politik atas distribusi

8%

Penilaian murni; bagian dari peluang 15% produktivitas di atas 3,0%

D. Koreksi dan difusi lambat

Koreksi investasi AI atau hambatan energi dan keandalan; produktivitas umumnya di bawah 2,2%

27%

Penilaian murni; bukti: 89% eksekutif NBER belum melihat dampak produktivitas

E. Guncangan eksternal dominan

Perang besar, krisis keuangan, atau insiden AI menentukan lintasan, apa pun keadaan teknologinya

20%

Penilaian murni; selaras dengan probabilitas ekor di bagian risiko

Skenario dasar saya adalah B, tetapi dengan peluang hanya 35%; ini bukan pernyataan bahwa B kemungkinan besar. Bila digabung, peluang bahwa dekade ini berakhir dengan dampak ekonomi jauh di bawah janji para pendukung AI (D serta sebagian E) mendekati setengah. Peluang bahwa dampaknya melampaui perkiraan umum (A dan C) hanya sekitar 18%.

Keterkaitan dengan angka produktivitas di atas: peluang produktivitas AS di atas 3,0% (15%) berasal dari C serta sebagian kecil A dan B. Peluang di bawah 1,5% (10%) terutama dari D dan E. Pemetaan ini kasar; rentang skenario sengaja bertumpang tindih di tepinya.

Sumber penilaian dan tanggal evaluasi

Ramalan hanya berguna bila dapat dinilai. Tabel berikut menetapkan data yang menjadi hakim setiap kelompok ramalan dan kapan penilaian pertama dapat dilakukan.

Kelompok ramalan

Sumber data penilai

Penilaian pertama

Waktu tugas agen AI

METR, Time Horizons atau penerusnya

Akhir 2028 dan akhir 2031

Produktivitas AS

BLS, Productivity and Costs

Rilis kuartal IV 2035 (awal 2036)

Pangsa tenaga kerja AS

BLS, Productivity and Costs

Awal 2036

Listrik pusat data

Laporan IEA tentang energi dan AI

2031 (data 2030)

Pengiriman humanoid

Laporan IFR dan lembaga riset independen

2031 (data 2030)

Belanja modal lima perusahaan terbesar

Laporan keuangan perusahaan

Setiap tahun hingga 2032

Resesi global, PDB dunia

Basis data IMF World Economic Outlook

2037

Ekonomi, pekerjaan, dan ketimpangan Indonesia

BPS (Sakernas Februari dan Agustus, PDB triwulanan, Gini)

Setiap tahun; penilaian akhir 2036

Kebijakan transfer, pajak AI, dan pendapatan dasar

Laporan IMF dan OECD tentang kebijakan fiskal

2032 dan 2036

Ramalan tentang kesehatan dan perumahan dinilai dengan basis data FDA, PBB, dan lembaga statistik perumahan nasional pada tanggal yang tercantum di bagian masing-masing.

Cara memutakhirkan ramalan

Saya akan mengubah probabilitas bila bukti baru bertentangan dengannya, dan mengubahnya mendekati sebanding dengan kekuatan bukti itu. Evaluasi sebaiknya dilakukan setiap Oktober, dengan skor Brier untuk probabilitas biner agar akurasi dapat dibandingkan dari tahun ke tahun.

Beberapa kejadian akan menggeser keyakinan secara tajam sebelum 2030. Bila produktivitas AS melampaui 3% selama tiga tahun berturut-turut pada 2029, skenario A dan C naik dan D turun. Bila belanja modal pusat data turun minimal 30% dalam satu tahun, skenario D naik tajam dan angka robot serta listrik harus direvisi ke bawah. Bila pengiriman humanoid dunia pada 2027 masih di bawah 40 ribu unit, angka 2030 harus turun. Bila agen AI belum mencapai tugas sepekan kerja pada akhir 2028, angka kemampuan saya tidak bertahan.

Batas yang perlu diakui: ramalan ini tidak bisa menjamin keandalan. Angka kesehatan, perumahan, dan beberapa laju dasar berasal dari ingatan dan penilaian, bukan dari pencarian hari ini. Sebagian sumber berupa agregator. Probabilitas ekor, khususnya untuk konflik Taiwan dan insiden AI, tidak dapat dikalibrasi dengan data yang cukup.

Bagi pembaca yang ingin menggunakan ramalan ini untuk keputusan, kesimpulannya tidak bergantung pada skenario tertentu: keterampilan yang melengkapi AI, pengetahuan bidang yang dalam, dan cadangan keuangan akan berguna di semua skenario. Di Indonesia, mobilitas ke segmen formal akan semakin ditentukan oleh kemampuan yang tidak mudah diotomatisasi dan oleh jaringan serta kredensial, bukan oleh pekerjaan pemula yang kini menjadi tangga masuk.

Sumber

Data dikumpulkan pada 21 Oktober 2026 melalui pencarian web. Halaman METR, IFR, dan Federal Reserve saya buka penuh; BLS, BPS, NBER, dan PBB saya baca dari kutipan hasil pencarian atas halaman resminya; IEA, IMF, dan angka humanoid saya baca dari media atau pelacak pasar. Angka yang belum primer perlu dicocokkan dengan sumbernya sebelum dikutip.

Sumber primer tambahan yang dipakai pada verifikasi 21 Oktober 2026:

Download Naskah File PDF  


Comments

Popular posts from this blog

8 Tools AI Voice Gratis yang Membuat Eleven Labs Ketinggalan Zaman!

Al-Kahfi, Dajjal dan Latihan Melihat Kenyataan di Balik Penampakan

50 Situs Web Serbaguna

Internet yang Ramai tetapi Terasa Sepi: Memahami Teori Internet Mati

Sebelas Dimensi: Batas Penglihatan, Batas Sains, dan Batas Manusia