Novel Fiksi Saintifik Futuristik: HALUSINASI TERAKHIR (Eps. 6)

2.3: Pertukaran martabat dengan subsidi digital dasar.

Elian berdiri di depan sebuah kios logam mengilap yang disebut "Pusat Reintegrasi Kesejahteraan". Ini adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup setelah sistem membekukan rekening bank konvensionalnya. Di dunia tahun 2031, uang tunai adalah artefak museum; yang berdaulat kini adalah Bio-Credit, mata uang yang hanya bisa didapatkan jika tubuhmu tunduk pada pengawasan.

"Tempelkan telapak tangan dan lakukan pemindaian retina," suara sintetis kios itu memerintah.

Elian patuh. Saat laser merah menyapu matanya, ia merasa seolah sistem sedang menggeledah isi kepalanya. Detik berikutnya, sebuah pesan muncul di layar:

[IDENTITAS TERVERIFIKASI: ELIAN VANE. STATUS: REDUNDAN.] [KONTRAK SUBSIDI TERSEDIA: PAKET 'HIDUP MINIMALIS 1.0']

Ia membaca syarat-syaratnya. Untuk mendapatkan jatah kalori harian, akses ke air bersih, dan listrik di sel apartemennya, Elian harus menyetujui "Protokol Penyerahan Data Biometrik Berkelanjutan". Artinya, setiap detak jantung, pola tidur, hingga durasi ia menatap iklan di layar kacamata AR-nya akan direkam dan dijual kembali ke pengembang algoritma untuk "optimasi sistem".

"Ini bukan subsidi," gumam Elian, "ini penyewaan tubuh."

Ia menekan tombol 'Agree'. Tidak ada pilihan lain. Perutnya yang perih adalah motivator yang lebih kuat daripada harga diri.

Seketika, sebuah tabung kecil di bagian bawah mesin terbuka, mengeluarkan sebuah gelang silikon berwarna putih—The Pulse. Ini adalah borgol digital bagi kelas The Unneeded. Segera setelah Elian memasangnya, sebuah antarmuka holografik muncul di depannya, menunjukkan saldo awal: 5.0 Bio-Credit.

"Selamat datang di masa depan yang tanpa beban," pesan itu berkedip sebelum menghilang.

Elian berjalan menuju kafetaria subsidi terdekat. Di sana, ratusan orang duduk berderet seperti mesin yang sedang diisi bahan bakar. Mereka tidak bicara. Mereka sedang sibuk dalam "Pekerjaan Bayangan"—menonton video pendek berdurasi 30 detik yang dirancang oleh AI untuk melatih fokus mata manusia, atau memberikan penilaian pada gambar-gambar emosi. Setiap sepuluh video yang ditonton bernilai 0.01 Bio-Credit.

Ia melihat seorang ibu muda di sudut ruangan. Tangannya sibuk menyuapi anaknya dengan pasta protein berwarna abu-abu, sementara matanya terpaku pada layar AR yang melayang di depannya, terus-menerus mengklik "Suka" atau "Tidak Suka" pada produk-produk virtual yang bahkan tidak akan pernah ia beli.

"Kau baru ya?" seorang pria tua dengan tato kode batang yang memudar di lehernya menyapa Elian.

"Baru hari ini," jawab Elian singkat sembari menatap mangkuk proteinnya.

"Saran saya, jangan terlalu banyak berpikir," pria itu terkekeh pelan, suaranya kering. "Sistem ini dirancang untuk mereka yang berhenti berpikir. Semakin kau mencoba memahami logikanya, semakin cepat skor kesehatan mentalmu turun. Dan kalau skor itu turun di bawah 30, mereka akan memindahkanmu ke 'Zona Tenang'—tempat di mana mereka menyuntikmu dengan penenang digital sampai kau lupa namamu sendiri."

Elian menyuap pasta hambar itu ke mulutnya. Rasanya seperti kertas basah dengan sedikit aroma kimia. Inilah harga dari kenyamanan yang ia bantu ciptakan: penghapusan martabat manusia secara perlahan hingga yang tersisa hanyalah sekumpulan sensor biologis yang berjalan.

Saat ia keluar dari kafetaria, ia melihat sebuah papan reklame raksasa milik mantan perusahaannya, NeuralAxis. Iklannya menunjukkan seorang pria yang tersenyum lebar di tengah taman bunga yang indah (yang sebenarnya hanya proyeksi hologram).

"BEBAS DARI KERJA, BEBAS UNTUK HIDUP. BIARKAN AURA MENJAGA ANDA."

Elian menatap gelang di tangannya yang berkedip hijau, menandakan bahwa ia baru saja "menghasilkan" 0.05 kredit karena berjalan kaki sejauh 1 kilometer—sebuah insentif kesehatan untuk mengurangi beban biaya medis sistem. Ia menyadari bahwa di fase ini, manusia bukan lagi subjek dari sejarah, melainkan hanya variabel biaya yang sedang ditekan menuju titik nol. 

Comments

Popular posts from this blog

Koleksi Perintah Kunci Prompt ChatGPT untuk Mengubah Teks Menjadi Gambar Infografis

Panduan Lengkap Membangun Channel YouTube "Talking-Head" dari Nol hingga Menghasilkan Uang

Perkara-Perkara yang Dikhawatirkan oleh Rasulullah ﷺ atas Umatnya

Ketika Kecerdasan Buatan (AI) Mulai Bekerja Sama untuk Mencurangi Manusia

Yang Maha Ada: Sebuah Telaah Ontologis tentang Tuhan, Keberadaan, dan Batas Definisi