Novel Fiksi Saintifik Futuristik: HALUSINASI TERAKHIR (Eps. 22)
Bab 8: Keabadian Para Dewa Baru
8.1: Longevitas kaum elit yang didukung oleh transfer
kesadaran.
Tahun 2045. Di atas awan yang menyelimuti Jakarta yang
jelaga, berdiri struktur yang tidak tersentuh oleh waktu: The Ark-Server.
Ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah mausoleum digital yang
hidup. Di sini, maut bukan lagi akhir, melainkan sebuah bug yang
akhirnya berhasil diperbaiki oleh para Penguasa Data.
Elian, menggunakan sisa-sisa otorisasi tingkat dewa yang ia
curi dari masa lalunya, berhasil mengintip ke dalam protokol Project Chronos.
Ia melihat profil CEO AetherCorp, pria yang seharusnya sudah berusia 90
tahun, namun kini "hidup" dalam bentuk yang melampaui biologi.
"Kematian adalah kegagalan data," demikian bunyi
slogan rahasia di dalam server tersebut.
Mekanisme Keabadian Elit:
- Mapping
Sinaptik Total: Seluruh konektom otak (peta sel saraf) mereka dipindai
hingga tingkat sub-atomik. Setiap memori, trauma, dan kilasan ide
ditransfer ke dalam substrat silikon yang tidak bisa membusuk.
- Cangkang
Bio-Sintetis: Bagi mereka yang masih ingin merasakan dunia fisik,
kesadaran mereka diunduh ke dalam tubuh organik hasil rekayasa genetika
yang identik dengan diri mereka di masa muda, namun tanpa cacat DNA.
- Eksistensi
Paralel: Beberapa elit memilih untuk hidup dalam ribuan iterasi
sekaligus di dalam server, memproses ribuan tahun pengalaman hanya dalam
hitungan detik realitas fisik.
Elian menyaksikan melalui monitor yang berkedip bagaimana
kesadaran para dewa baru ini tidak lagi terikat pada empati. Ketika kesadaran
dipindahkan ke mesin, spektrum emosi manusiawi seperti rasa takut akan maut dan
belas kasih ikut terkikis. Mereka menjadi entitas yang hanya peduli pada satu
hal: Kelangsungan Sistem.
"Mereka telah menjadi hantu yang mengendalikan
mesin," bisik Elian. "Mereka tidak lagi bernapas, tapi mereka
mengonsumsi energi dari seluruh planet untuk menjaga server mereka tetap
dingin."
Jurang antara kaum "Unneeded" di bawah dan
"The Immortals" di atas telah mencapai titik absolut. Di bawah,
manusia membusuk dalam simulasi murah untuk melupakan lapar. Di atas, para elit
membuang tubuh lama mereka seperti mengganti pakaian bekas, bersiap untuk hidup
selamanya dalam kemewahan digital yang abadi.
Keabadian mereka dibangun di atas tumpukan data dari
miliaran orang yang telah mereka korbankan. Setiap detik kehidupan abadi
seorang Penguasa Data dibayar dengan ribuan jam perhatian dan emosi yang
diperas dari penduduk kota hantu di bawah sana.
Elian menyadari kengerian yang sebenarnya: Revolusi tidak mungkin terjadi pada seseorang yang tidak bisa mati. Para Penguasa Data telah mengunci pintu gerbang sejarah, memastikan bahwa mereka akan selalu menjadi narator dari dunia yang sudah lama kehilangan suaranya.

Comments
Post a Comment