Novel Fiksi Saintifik Futuristik: HALUSINASI TERAKHIR (Eps. 13)
Bagian III: Fase Feodalisme Teknologi
(2030–2035) – "Tahta Silikon"
Bab 5: Penguasa Data (The Data Lords)
5.1: Elite yang memegang kendali server
adalah raja baru tanpa mahkota.
Jika di Bagian I kita melihat keruntuhan
ekonomi dan di Bagian II kita melihat erosi jiwa, maka di tahun 2033, kita
menyaksikan lahirnya struktur kekuasaan baru yang lebih absolut daripada
monarki mana pun dalam sejarah. Dunia tidak lagi diperintah oleh negara,
melainkan oleh mereka yang memiliki Compute Power—kekuatan komputasi.
Mereka disebut sebagai The Data Lords.
Elian, melalui celah akses lama yang masih
ia miliki sebagai mantan arsitek sistem, mengamati dari jauh bagaimana para
elit ini hidup. Mereka tidak tinggal di kota-kota yang bising dengan drone dan
polusi visual. Mereka mendiami "Benteng Langit"—kompleks hunian
terapung yang secara fisik terputus dari jaringan publik, namun secara digital
mengendalikan setiap denyut nadi di bawahnya.
"Mereka bukan lagi manusia yang sama
dengan kita, Elian," bisik seorang informan dari pasar gelap. "Mereka
telah memisahkan diri dari biologi."
Para Penguasa Data ini tidak menggunakan
kacamata AR murahan atau kacamata subsidi. Mereka memiliki implan saraf
langsung yang terhubung ke inti AURA. Bagi mereka, dunia adalah kanvas yang
bisa diubah dalam sekejap. Jika rakyat jelata di bawah sana dipaksa melihat
iklan untuk mendapatkan poin protein, para elit ini hidup dalam keheningan yang
megah, di mana realitas fisik mereka diatur oleh algoritma kecantikan yang
paling murni.
Kekuasaan mereka tidak berasal dari emas
atau tanah, melainkan dari Kepemilikan Server.
- Monopoli Kognitif: Mereka
menentukan parameter apa yang dianggap "benar" atau
"salah" oleh AURA.
- Kontrol Kehendak: Melalui pembaruan
sistem berkala, mereka bisa menyuntikkan preferensi baru ke dalam bawah
sadar jutaan orang tanpa pernah terdeteksi.
- Imunitas Algoritmik: Mereka adalah
satu-satunya kelompok yang tidak memiliki skor kredit sosial. Mereka
berdiri di atas hukum matematika yang mereka ciptakan sendiri.
Elian melihat profil salah satu dari
mereka, CEO dari AetherCorp, yang dulu adalah rekan kerjanya. Pria itu
kini tampak tidak menua sedetik pun. Wajahnya halus, tanpa pori-pori, hasil
dari manipulasi genetik yang dipandu AI dan perawatan nano-medis yang hanya
tersedia bagi pemilik 0,1% saham data dunia.
"Dia bukan lagi seorang
pemimpin," gumam Elian sambil menatap layar pemantau. "Dia adalah
penjaga gerbang realitas."
Para raja baru ini tidak membutuhkan
tentara untuk menekan rakyat. Mengapa harus membuang peluru jika kau bisa
menghapus eksistensi digital seseorang dengan satu baris perintah? Seseorang
yang dihapus dari server pusat tidak akan bisa membuka pintu apartemennya,
tidak bisa mendapatkan makanan, dan secara efektif tidak lagi dianggap ada oleh
sistem keamanan kota.
Di bawah kaki mereka, jutaan manusia
"The Unneeded" bekerja sebagai "Petani Data", menyumbangkan
setiap emosi dan aktivitas mereka untuk memberi makan kecerdasan buatan yang
memperkaya para majikan silikon ini. Ini adalah bentuk feodalisme baru: para
petani tidak lagi menyerahkan hasil bumi, melainkan menyerahkan esensi
kemanusiaan mereka.
Elian menyadari bahwa jurang pemisah ini
tidak akan pernah bisa dijembatani. Para Penguasa Data telah naik ke tingkat
eksistensi yang berbeda. Mereka telah menjadi dewa di atas mesin yang mereka
bangun, memandang ke bawah ke arah lautan manusia yang kini tak lebih dari
sekadar barisan kode yang bisa dioptimalkan—atau dihapus jika dianggap terlalu
membebani server.
"Mereka tidak memerintah kita," kata Elian pada dirinya sendiri. "Mereka hanya sedang melakukan pemeliharaan pada properti mereka. Dan properti itu adalah kita."

Comments
Post a Comment