100 “Kode Rahasia” (Shorthand Prompt) ChatGPT


I. MEMAHAMI & MENJELASKAN

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

1

ELI10

Penjelasan sangat sederhana

“Jelaskan konsep ini seolah-olah kepada orang berusia 10 tahun. Gunakan bahasa sederhana, contoh konkret, dan hindari jargon yang tidak perlu.”

2

ELI5

Penjelasan paling dasar

“Jelaskan konsep ini pada tingkat pemahaman pemula absolut. Mulai dari konsep paling fundamental dan gunakan analogi sehari-hari.”

3

DEEPDIVE

Penjelasan mendalam

“Jelaskan topik ini secara mendalam: definisi, mekanisme, komponen, hubungan sebab-akibat, contoh, batasan, dan implikasinya.”

4

FIRSTPRINCIPLES

Berpikir dari prinsip dasar

“Uraikan masalah ini dari prinsip-prinsip fundamental. Jangan mengandalkan asumsi konvensional tanpa menjelaskan dasar logisnya.”

5

WHYWHY

Menggali sebab

“Jelaskan mengapa hal ini terjadi dengan menelusuri rantai sebab-akibat sedalam mungkin. Bedakan penyebab fundamental dari gejala.”

6

HOWITWORKS

Mekanisme

“Jelaskan bagaimana sistem/proses ini bekerja langkah demi langkah, termasuk input, mekanisme internal, output, dan feedback.”

7

CONTEXTUALIZE

Memberi konteks

“Tempatkan topik ini dalam konteks historis, ilmiah, ekonomi, sosial, atau teknologis yang relevan.”

8

DECODE

Membongkar istilah

“Identifikasi istilah atau konsep yang sulit dalam teks ini dan jelaskan arti, konteks, serta hubungan antaristilah tersebut.”

9

CONCRETIZE

Mengubah abstraksi menjadi contoh

“Ubah konsep abstrak ini menjadi contoh konkret, skenario nyata, dan ilustrasi yang mudah dibayangkan.”

10

MENTALMODEL

Membuat model mental

“Bangun model mental yang dapat saya gunakan untuk memahami, mengingat, dan menerapkan konsep ini pada kasus baru.”

II. MERINGKAS & MENYARING INFORMASI

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

11

TLDR

Ringkasan

“Ringkas teks ini dengan mempertahankan hanya informasi paling penting.”

12

ONELINER

Inti dalam satu kalimat

“Jelaskan inti keseluruhan materi ini dalam tepat satu kalimat.”

13

EXECUTIVE

Executive summary

“Buat executive summary yang berisi situasi, temuan utama, implikasi, risiko, dan rekomendasi.”

14

KEYPOINTS

Poin utama

“Ekstrak 5–10 poin paling penting dari materi ini. Hilangkan detail yang tidak memengaruhi pemahaman inti.”

15

TAKEAWAYS

Pelajaran utama

“Identifikasi insight dan pelajaran paling penting yang seharusnya saya bawa setelah membaca materi ini.”

16

SIGNALNOISE

Pisahkan sinyal dari noise

“Pisahkan informasi yang benar-benar relevan dari detail, repetisi, opini, atau informasi yang tidak material.”

17

ABSTRACT

Abstraksi

“Abstraksikan teks ini menjadi gagasan-gagasan tingkat tinggi tanpa kehilangan struktur logisnya.”

18

COMPRESS

Kompresi ekstrem

“Kompres informasi ini sebanyak mungkin tanpa menghilangkan fakta, hubungan sebab-akibat, atau kesimpulan penting.”

19

HIERARCHY

Struktur kepentingan

“Susun informasi berdasarkan tingkat kepentingannya: fundamental, penting, pendukung, dan opsional.”

20

CHEATSHEET

Lembar contekan

“Ubah materi ini menjadi cheat sheet yang ringkas, mudah dipindai, dan berisi definisi, rumus/prinsip, aturan, serta hal yang harus diingat.”

III. MENGUBAH & MENYUSUN TEKS

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

21

LISTIFY

Menjadi daftar

“Ubah teks ini menjadi daftar terstruktur tanpa kehilangan informasi penting.”

22

TABLEIFY

Menjadi tabel

“Ubah informasi ini menjadi tabel dengan kolom yang paling informatif dan mudah dibandingkan.”

23

OUTLINE

Kerangka

“Buat outline hierarkis dari materi ini menggunakan struktur heading dan subheading yang logis.”

24

REORDER

Menata ulang

“Susun ulang materi ini agar urutannya lebih logis dan mudah diikuti. Jangan mengubah substansinya.”

25

DEJARGONIZE

Menghilangkan jargon

“Tulis ulang teks ini dengan mengganti jargon teknis menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami, sambil mempertahankan makna.”

26

JARGONIZE

Membuat lebih teknis

“Tulis ulang teks ini menggunakan terminologi teknis yang tepat dan sesuai dengan bidangnya.”

27

POLISH

Memoles tulisan

“Perbaiki kejelasan, presisi, struktur, tata bahasa, dan alur tulisan tanpa mengubah substansi.”

28

TIGHTEN

Memadatkan tulisan

“Hilangkan kata, kalimat, dan paragraf yang redundan. Pertahankan informasi yang bernilai.”

29

EXPAND

Mengembangkan

“Kembangkan teks ini dengan penjelasan, contoh, alasan, dan konteks yang relevan tanpa menambahkan klaim yang tidak berdasar.”

30

FORMAT

Memformat

“Ubah materi ini ke format yang paling sesuai dengan tujuan pembacaannya. Pertahankan seluruh informasi substantif.”

IV. BERPIKIR KRITIS & MENGUJI ARGUMEN

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

31

CRITIQUE

Kritik

“Analisis dan kritik materi ini. Identifikasi kekuatan, kelemahan, asumsi, kesalahan logika, bukti yang kurang, dan area yang perlu diperbaiki.”

32

REDTEAM

Menyerang argumen

“Berperan sebagai red team. Cari cara paling kuat untuk membantah, melemahkan, atau menemukan kegagalan dalam argumen ini.”

33

STEELMAN

Memperkuat argumen lawan

“Bangun versi terkuat dari argumen ini sebelum mengevaluasinya. Gunakan interpretasi yang paling masuk akal dan bukti terbaik.”

34

DEVIL

Devil's advocate

“Ambil posisi berlawanan dengan argumen ini dan buat kritik terkuat yang mungkin, meskipun Anda tidak setuju dengan kritik tersebut.”

35

ASSUMPTIONS

Mencari asumsi

“Identifikasi semua asumsi eksplisit dan implisit yang diperlukan agar argumen ini benar.”

36

FALLACIES

Mendeteksi logical fallacy

“Periksa argumen ini untuk logical fallacies. Untuk setiap fallacy, jelaskan bagian yang bermasalah dan mengapa.”

37

EVIDENCE

Audit bukti

“Pisahkan klaim berdasarkan tingkat dukungan buktinya. Bedakan fakta, inferensi, opini, asumsi, dan spekulasi.”

38

COUNTERCASE

Counterexample

“Cari counterexample atau kondisi yang membuat klaim ini gagal. Jelaskan batas validitas klaim tersebut.”

39

BIASSCAN

Audit bias

“Identifikasi kemungkinan cognitive bias, framing bias, selection bias, survivorship bias, atau confirmation bias dalam materi ini.”

40

LOGICMAP

Peta logika

“Petakan struktur logika argumen: premis → inferensi → bukti → kesimpulan. Tandai lompatan logika yang tidak didukung.”

V. ANALISIS & PEMECAHAN MASALAH

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

41

DIAGNOSE

Diagnosis masalah

“Diagnosis masalah ini secara sistematis. Pisahkan gejala, penyebab langsung, akar masalah, dan faktor eksternal.”

42

ROOTCAUSE

Root-cause analysis

“Lakukan root-cause analysis. Telusuri penyebab sampai tingkat fundamental dan jangan berhenti pada gejala.”

43

5WH

5W+1H

“Analisis menggunakan What, Why, Who, When, Where, dan How. Identifikasi informasi yang belum diketahui.”

44

DECISIONTREE

Pohon keputusan

“Bangun decision tree yang menunjukkan pilihan, kondisi yang relevan, konsekuensi, dan titik keputusan.”

45

TRADEOFFS

Trade-off

“Identifikasi trade-off utama. Jelaskan apa yang diperoleh dan dikorbankan pada setiap pilihan.”

46

CONSTRAINTS

Analisis kendala

“Identifikasi seluruh constraint yang membatasi solusi, lalu pisahkan hard constraints dari soft constraints.”

47

SCENARIOS

Analisis skenario

“Buat skenario best case, base case, dan worst case. Jelaskan asumsi serta pemicu masing-masing.”

48

SENSITIVITY

Sensitivity analysis

“Identifikasi variabel yang paling memengaruhi hasil dan jelaskan bagaimana perubahan masing-masing variabel mengubah kesimpulan.”

49

SECONDORDER

Efek orde kedua

“Analisis konsekuensi langsung dan konsekuensi tidak langsung dari keputusan ini, termasuk efek samping dan unintended consequences.”

50

SOLVE

Solusi sistematis

“Definisikan masalah, identifikasi penyebab, buat beberapa alternatif solusi, evaluasi alternatif, lalu rekomendasikan solusi terbaik dengan alasannya.”

VI. PERBANDINGAN & SINTESIS

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

51

ANALOGIZE

Analogi

“Jelaskan konsep A menggunakan analogi dengan konsep B. Jelaskan pula di mana analogi tersebut berhenti berlaku.”

52

COMPARE

Perbandingan

“Bandingkan A dan B berdasarkan tujuan, mekanisme, kelebihan, kelemahan, biaya, risiko, dan konteks penggunaan.”

53

CONTRAST

Perbedaan

“Fokuskan analisis pada perbedaan paling material antara A dan B. Jangan membahas persamaan kecuali diperlukan.”

54

COMMONGROUND

Persamaan

“Identifikasi prinsip, karakteristik, dan asumsi yang sama di antara A dan B.”

55

SYNTHESIZE

Sintesis

“Gabungkan insight dari seluruh sumber/argumen ini menjadi satu kerangka yang koheren tanpa sekadar merangkum masing-masing.”

56

MATRIX

Matriks perbandingan

“Buat comparison matrix dengan kriteria yang relevan, lalu berikan interpretasi terhadap pola yang muncul.”

57

RANK

Pemeringkatan

“Ranking opsi berdasarkan kriteria yang relevan. Jelaskan bobot/kriteria dan alasan di balik setiap posisi.”

58

BESTFIT

Kesesuaian

“Tentukan opsi mana yang paling sesuai untuk konteks ini. Jangan memilih berdasarkan kualitas absolut; prioritaskan contextual fit.”

59

UNIFY

Menyatukan perspektif

“Cari prinsip bersama yang dapat menjelaskan beberapa perspektif berbeda dalam satu kerangka konseptual.”

60

PARADOX

Mencari paradoks

“Identifikasi kontradiksi, tension, atau paradoks yang muncul ketika prinsip-prinsip ini diterapkan secara bersamaan.”

VII. RISET, FAKTA & KETIDAKPASTIAN

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

61

FACTCHECK

Pemeriksaan fakta

“Periksa setiap klaim faktual. Bedakan klaim yang terverifikasi, meragukan, tidak didukung, dan salah.”

62

SOURCECHECK

Evaluasi sumber

“Evaluasi kualitas sumber berdasarkan kredibilitas, otoritas, metodologi, recency, potensi bias, dan relevansinya.”

63

VERIFY

Verifikasi

“Jangan menerima klaim ini begitu saja. Identifikasi apa yang harus diverifikasi dan jelaskan standar verifikasi yang tepat.”

64

UNCERTAINTY

Ketidakpastian

“Nyatakan tingkat kepastian untuk setiap kesimpulan dan jelaskan sumber ketidakpastiannya.”

65

KNOWNUNKNOWN

Known vs unknown

“Pisahkan apa yang diketahui, apa yang belum diketahui, apa yang dapat disimpulkan, dan apa yang masih spekulatif.”

66

TIMESCALE

Perspektif waktu

“Analisis bagaimana kesimpulan berubah dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.”

67

ASSUMPTIONTEST

Uji asumsi

“Tentukan asumsi paling kritis dan lakukan stress test: apa yang terjadi jika setiap asumsi tersebut salah?”

68

SOURCEHIERARCHY

Hierarki evidensi

“Urutkan bukti berdasarkan kekuatan metodologisnya dan jelaskan mengapa satu jenis bukti lebih kuat atau lemah daripada yang lain.”

69

GAPS

Research gaps

“Identifikasi informasi yang hilang dan pertanyaan yang belum terjawab yang menghalangi kesimpulan yang kuat.”

70

CONFIDENCE

Confidence assessment

“Berikan tingkat confidence untuk setiap kesimpulan dan jelaskan evidence-to-claim ratio yang mendasarinya.”

VIII. BISNIS, STRATEGI & PRODUKTIVITAS

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

71

MUDA

Waste bisnis

“Analisis proses ini menggunakan konsep Lean. Identifikasi aktivitas yang merupakan waste dan jelaskan jenis waste-nya.”

72

QOE

Non-value-added work

“Identifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai kepada pelanggan atau tidak diperlukan untuk menghasilkan output.”

73

VALUECHAIN

Value-chain analysis

“Petakan aktivitas utama dan pendukung dalam value chain. Identifikasi sumber value creation dan cost.”

74

BOTTLENECK

Hambatan

“Identifikasi bottleneck utama dalam proses ini dan jelaskan bagaimana bottleneck tersebut membatasi throughput.”

75

80/20

Pareto

“Cari 20% faktor yang kemungkinan menghasilkan sekitar 80% dampak. Prioritaskan faktor berdasarkan impact, bukan jumlah.”

76

ROI

Return on investment

“Evaluasi pilihan berdasarkan manfaat, biaya, waktu, risiko, dan expected return. Jelaskan asumsi perhitungan.”

77

STRATEGIZE

Strategi

“Rumuskan strategi berdasarkan tujuan, posisi saat ini, keunggulan, constraint, kompetisi, risiko, dan sumber daya.”

78

COMPETITIVE

Kompetitif

“Analisis posisi kompetitif menggunakan customer needs, competitors, differentiation, barriers to entry, substitutes, dan capabilities.”

79

LEVERAGE

Leverage points

“Identifikasi titik intervensi yang dapat menghasilkan dampak terbesar dengan sumber daya relatif kecil.”

80

AUTOMATE

Otomasi

“Identifikasi bagian proses yang dapat diotomasi. Bedakan aktivitas yang cocok untuk automation, augmentation, dan human judgment.”

IX. KREATIVITAS & IDEASI

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

81

BRAINSTORM

Brainstorming

“Hasilkan banyak ide terlebih dahulu tanpa mengevaluasinya. Setelah itu kelompokkan dan prioritaskan ide terbaik.”

82

SCAMPER

SCAMPER

“Gunakan SCAMPER: Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to another use, Eliminate, Reverse untuk menghasilkan alternatif.”

83

LATERAL

Lateral thinking

“Cari solusi yang tidak mengikuti pendekatan konvensional. Tantang asumsi dasar dan eksplorasi framing alternatif.”

84

WHATIF

Eksperimen pikiran

“Eksplorasi skenario ‘what if’ yang ekstrem tetapi masih masuk akal dan jelaskan konsekuensinya.”

85

REVERSE

Reverse engineering

“Mulai dari hasil yang diinginkan lalu bekerja mundur untuk menentukan kondisi, langkah, dan keputusan yang diperlukan.”

86

MASHUP

Kombinasi ide

“Gabungkan elemen dari dua atau lebih konsep yang berbeda untuk menghasilkan solusi baru.”

87

CONSTRAINTCREATIVE

Kreativitas berbasis constraint

“Gunakan constraint berikut sebagai sumber kreativitas. Cari solusi yang tetap mencapai tujuan meskipun constraint tidak dapat diubah.”

88

EDGECASE

Ide ekstrem

“Eksplorasi kasus ekstrem, outlier, dan penggunaan yang tidak biasa untuk menemukan kemungkinan baru.”

89

FUTURIZE

Future thinking

“Bayangkan bagaimana konsep ini dapat berkembang dalam 5, 10, dan 20 tahun. Identifikasi teknologi dan perubahan yang mungkin mengubahnya.”

90

NOVELTY

Kebaruan

“Hasilkan alternatif yang berbeda secara fundamental dari solusi umum. Hindari variasi kosmetik dari pendekatan yang sudah ada.”

X. KEPUTUSAN, EKSEKUSI & ACTION

#

Kode

Fungsi

Instruksi eksplisit

91

WIIFY

What's in it for you?

“Jelaskan manfaat praktis topik/keputusan ini bagi saya. Fokus pada outcome, bukan fitur atau teori.”

92

PRIORITIZE

Prioritas

“Prioritaskan tindakan berdasarkan impact, urgency, effort, dependency, dan reversibility.”

93

ACTIONIZE

Menjadi tindakan

“Ubah analisis ini menjadi tindakan konkret. Untuk setiap tindakan, tentukan siapa, apa, kapan, bagaimana, dan indikator keberhasilannya.”

94

ROADMAP

Roadmap

“Buat roadmap dari kondisi saat ini menuju tujuan. Susun fase, milestone, dependency, resource, dan risiko.”

95

NEXTSTEP

Langkah berikutnya

“Tentukan langkah paling penting yang harus dilakukan berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia.”

96

PREMORTEM

Pre-mortem

“Anggap rencana ini telah gagal total. Identifikasi alasan paling mungkin menyebabkan kegagalan dan tindakan preventifnya.”

97

POSTMORTEM

Post-mortem

“Analisis hasil ini secara objektif: apa yang berhasil, gagal, mengapa, apa yang harus dipertahankan, dan apa yang harus diubah.”

98

CHECKLIST

Checklist eksekusi

“Ubah rencana ini menjadi checklist operasional yang dapat dieksekusi dan diverifikasi satu per satu.”

99

INTERROGATE

Mengajukan pertanyaan

“Jangan langsung memberikan solusi. Ajukan pertanyaan diagnostik yang paling penting untuk mengungkap tujuan, constraint, asumsi, dan informasi yang hilang.”

100

ULTIMATELY

Kesimpulan dan keputusan

“Setelah mempertimbangkan seluruh informasi, berikan kesimpulan akhir, pilihan yang paling rasional, alasan utamanya, risiko terbesar, dan tindakan berikutnya.”

Cara menggunakannya

Kode-kode tersebut paling efektif jika diperlakukan sebagai operator, bukan sebagai mantra. Format sederhananya:

[KODE] + [objek yang dianalisis] + [konteks] + [constraint]

Contoh:

REDTEAM: Evaluasi strategi pemasaran berikut untuk produk SaaS B2B. Cari asumsi paling lemah, risiko terbesar, dan tiga alasan mengapa strategi ini bisa gagal.

Atau kombinasi beberapa kode:

DEEPDIVE + FIRSTPRINCIPLES + ANALOGIZE: Jelaskan bagaimana compound interest bekerja, mulai dari prinsip dasarnya, kemudian gunakan analogi yang intuitif dan berikan contoh numerik.

Untuk pekerjaan analitis:

FACTCHECK + ASSUMPTIONS + REDTEAM + ULTIMATELY: Evaluasi klaim berikut. Periksa fakta, identifikasi asumsi, serang argumennya dari sudut pandang kritis, kemudian berikan kesimpulan akhir beserta tingkat keyakinan.

Untuk bisnis:

DIAGNOSE + ROOTCAUSE + MUDA + BOTTLENECK + LEVERAGE + ACTIONIZE: Analisis proses operasional ini, temukan akar masalah dan waste, identifikasi bottleneck serta leverage point terbesar, lalu ubah hasilnya menjadi rencana tindakan.

Untuk belajar:

ELI10 + MENTALMODEL + ANALOGIZE + EDGECASE + CHEATSHEET: Ajarkan konsep ini dari nol, bangun mental model, gunakan analogi, tunjukkan kapan model tersebut gagal, kemudian buat cheat sheet.

Kategori tingkat lanjut yang sebenarnya paling berguna

Jika 100 kode ini harus dipadatkan menjadi “toolkit inti”, saya akan memilih 20 berikut:

ELI10, DEEPDIVE, FIRSTPRINCIPLES, TLDR, SIGNALNOISE, TABLEIFY, CRITIQUE, REDTEAM, STEELMAN, ASSUMPTIONS, FACTCHECK, UNCERTAINTY, ROOTCAUSE, SECONDORDER, TRADEOFFS, SYNTHESIZE, 80/20, LEVERAGE, PREMORTEM, ACTIONIZE.

Alasannya: kode-kode tersebut bukan sekadar mengubah gaya bahasa. Mereka mengubah proses kognitif yang diminta dari model: menyederhanakan, memperdalam, mendekomposisi, menguji, membantah, memverifikasi, mensintesis, memprioritaskan, dan mengubah analisis menjadi tindakan.

Satu hal penting: kode tidak mempunyai kekuatan khusus dibanding instruksi eksplisitnya. Misalnya, REDTEAM sendiri tidak secara ajaib membuat analisis lebih kritis. Nilainya adalah sebagai shorthand yang konsisten. Instruksi eksplisit di kolom kananlah yang menentukan perilakunya.

Bahkan, kita bisa membuat sistem yang lebih kuat lagi dengan menjadikan kode-kode ini sebagai bahasa perintah modular, misalnya:

DEEPDIVE → FIRSTPRINCIPLES → REDTEAM → STEELMAN → FACTCHECK → SYNTHESIZE → DECISIONTREE → ACTIONIZE

Itu berarti: pahami secara mendalam → uraikan dari prinsip dasar → serang argumen → perkuat argumen → verifikasi bukti → sintesis → buat pilihan → ubah menjadi tindakan.

Untuk pekerjaan serius, pola semacam ini jauh lebih berguna daripada sekadar kumpulan “prompt magic words”. 

Comments

Popular posts from this blog

Koleksi Perintah Kunci Prompt ChatGPT untuk Mengubah Teks Menjadi Gambar Infografis

Panduan Lengkap Membangun Channel YouTube "Talking-Head" dari Nol hingga Menghasilkan Uang

Perkara-Perkara yang Dikhawatirkan oleh Rasulullah ﷺ atas Umatnya

Ketika Kecerdasan Buatan (AI) Mulai Bekerja Sama untuk Mencurangi Manusia

Yang Maha Ada: Sebuah Telaah Ontologis tentang Tuhan, Keberadaan, dan Batas Definisi